Korsleting listrik kerap disebabkan oleh stopkontak yang dipakai kualitasnya abal-abal. Alhasil, ada bagian di dalam stopkontak yang bermasalah sehingga tegangan arus listrik tidak terkendali dan terjadi korsleting.
Umumnya stopkontak yang dibeli di tempat resmi atau penjual produk baru dan asli bisa dipercaya karena barang tersebut sudah lolos uji coba keamanan di pabrik. Jenis produk yang jadi masalah adalah jika membelinya yang bekas atau di tempat sembarangan.
Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis kita bisa mengecek kriteria stopkontak yang aman. Berikut ini caranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Memilih Stopkontak yang Aman
Inilah cara memilih stopkontak yang aman.
1. Pilih Material Isolator
Isolator merujuk pada material yang tidak menghantarkan listrik. Saat memilih stopkontak kita perlu pastikan bahwa bagian terluarnya terbuat dari bahan bersifat isolator. Jenis material ini berarti aman apabila dipegang, ditekan, dan disentuh.
Contoh material isolator yang bagus dan aman dipakai untuk stopkontak adalah plastik. Nurcholis menyebutkan spesifikasi plastik yang digunakan adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC.
"Dia lebih tahan terhadap scratch, jadi tahan goresan. Terus dia lebih tahan terhadap perubahan warna. Kan dulu ada yang warna putih, tiba-tiba jadi kuning kalau kena UV," kata Nurcholis saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.
2. Sudah Berstandar SNI
SNI merupakan singkatan dari Standar Nasional Indonesia. Barang yang sudah memiliki standar berarti telah memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sehingga tidak akan membahayakan pemakainya. SNI memiliki logo yang khas dan pasti berbentuk sama pada semua produk sehingga mudah dikenali.
3. Jangan Membeli Stopkontak Bekas
Ia juga mengatakan jangan memakai stopkontak bekas karena pengguna tidak tahu sebelumnya dipakai seperti apa dan sudah pernah rusak atau belum. Tidak ada yang bisa memastikan keamanannya.
4. Bagian Dalamnya Terdiri dari Kuningan
Selain bahan luarnya bersifat isolator, ia menyarankan untuk mencari stopkontak yang dalamnya memakai kuningan karena menghantarkan arus dengan baik.
"Material di dalamnya itu pakai brush atau kuningan, campuran dengan tembaga gitu, di mana tembaga adalah penghantar arus yang baik. Tidak ada kemungkinan connector-nya itu jadi berkarat. Kan kalau misalnya kita pasang di dinding, tiba-tiba dindingnya lembab, dalamnya kan ada kayak air gitu, nah stopkontaknya mungkin jadi berkarat. Nah itu kita mengurangi itu," terangnya.
5. Pilih Desain Stopkontak
Stopkontak saat ini menjadi salah satu item dekorasi rumah yang perlu disesuaikan dengan tema interior. Desainnya pun semakin beragam dengan berbagai warna.
Selain itu, pastikan stopkontak tersebut sudah dilengkapi dengan fitur anti setrum, yakni saat salah satu lubang ditekan dengan benda apa pun, tidak akan mengalirkan listrik. Jadi ketika anak iseng dan tanpa pengawasan memasukkan pulpen, sendok, sedotan, atau benda panjang dan ramping lainnya ke dalam salah satu lubang stop kontak, akan tetap aman tanpa tersetrum. Namun, apabila benda tersebut mencolok kedua lubang bersamaan tetap ada potensi tersetrum.
Itulah tips memilih stop kontak di rumah yang aman, semoga membantu.
