Jika rumah terlihat sempit dan berantakan kayak kapal pecah, itu bukan tanda pemilik butuh rumah lebih luas ya. Namun, penghuni perlu beberes dan mulai kebiasaan yang bikin rumah rapi.
Penghuni rumah mesti tahu cara mengatur barang-barang di rumah. Kalau nggak ada tempat penyimpanan yang memadai, penghuni bakal taruh benda asal-asalan sehingga rumah jadi berantakan.
Lalu, menyimpan terlalu banyak benda bikin lebih menantang buat jaga rumah tetap rapi. Penghuni rumah harus mengeluarkan usaha lebih buat menata dan merapikan barang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana cara menata barang-barang di rumah agar nggak berantakan? Berikut ini tipsnya, dilansir dari The Spruce.
1. Kurangi Kekacauan Visual
Coba perhatikan tampilan rumah, kalau ada kekacauan visual alias pemandangan berantakan, segera rapikan. Misalnya buang tumpukan kertas-kertas di meja, paket-paket yang selama ini belum dibuka, serta kekacauan lainnya.
Tumpukan barang langsung menarik perhatian. Saat barang-barang itu hilang, rumah akan terasa lebih rapi.
"Cara tercepat untuk membuat rumah terasa lebih besar adalah dengan mengurangi kekacauan visual," kata pakar rumah Caroline Winkler, dikutip dari The Spruce, Selasa (25/8/2026).
"Sebuah ruangan bisa berukuran cukup besar, tetapi jika ada barang di mana-mana, ruangan itu akan langsung terasa lebih kecil dan lebih sesak," tambahnya.
2. Kurangi Furnitur
Kemudian, evaluasi kembali furnitur-furnitur di rumah. Apakah ada perabot yang bikin rumah penuh? Rumah ukuran apapun bakal terasa sesak kalau terlalu banyak barang di dalamnya.
Untuk mengatasi masalah ini, pakar penataan rumah Cathy Orr menyarankan untuk memeriksa setiap ruangan di rumah dan menyingkirkan satu barang yang tidak perlu.
"Furnitur yang memiliki kaki atau yang terangkat adalah pilihan yang baik untuk disimpan karena menunjukkan ruang di bawahnya," katanya.
3. Bikin Jalur Jalan yang Jelas
Bukan cuma rumah yang perlu dirapikan, tetapi juga lorong-lorong atau jalur penghuni berlalu-lalang. Jika ada dekorasi yang terlalu besar di lorong, seperti kursi dan meja, pindahkan ke tempat lain. Tujuannya adalah membuat jalur yang lega buat orang lewat.
4. Buat Zona Penitipan Barang di Pintu Depan
Banyak barang kecil suka berserakan di rumah sehingga menimbulkan kekacauan. Contohnya penghuni yang baru sampai rumah menaruh barang bawaan sembarangan.
Orr merekomendasikan untuk membuat 'zona penitipan barang' di dekat pintu masuk. Dengan begitu, penghuni punya tempat khusus buat menaruh barang untuk sementara waktu.
Pakar penataan rumah Martha Carol Stewart menyarankan meletakkan nampan di atas meja di dekat tempat memasuki rumah untuk menyimpan kunci, dompet, kacamata, surat, dan barang-barang lain.
5. Pilih Tempat Penyimpanan Tertutup
Meski rak terbuka praktis untuk dekorasi dan penyimpanan, hal ini justru menciptakan kekacauan visual kalau barang-barang tidak diatur dengan rapi. Winkler lebih menyarankan untuk memilih tempat penyimpanan tertutup untuk menyembunyikan barang.
"Rak terbuka terlihat bagus secara teori, tetapi bisa terasa berantakan dengan cepat. Menyimpan barang-barang di dalam laci, lemari, keranjang, atau wadah membuat ruangan terasa lebih tenang dan jauh lebih luas secara visual," katanya.
6. Kosongkan Permukaan Meja
Permukaan meja atau furnitur lainnya bisa jadi magnet kekacauan. Sebab, penghuni terkadang asal menaruh barang di atasnya.
Untuk mencegah kekacauan itu, sebaiknya hindari menaruh barang di sini, bahkan dibiarkan kosong. Simpan hanya 1-3 barang saja di atas meja.
Itulah tips menata rumah agar tidak berantakan. Semoga membantu!
(dhw/das)
