Plafon Retak Tak Bisa Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Serius

Plafon Retak Tak Bisa Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Serius

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Senin, 10 Agu 2026 10:25 WIB
Infografis cara mengetahui jenis retakan pada plafon
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Masalah umum yang kerap ditemukan pada langit-langit atau plafon rumah adalah muncul retakan. Pemilik rumah harus tahu retakan tersebut termasuk kerusakan kecil atau bisa menimbulkan bahaya.

Dilansir The Spruce, tanda ada retakan serius pada plafon adalah bentuknya panjang membentang dan agak dalam. Garisnya juga menyambung atau sejajar dengan retakan di dinding. Jika menemukan retakan seperti ini, masalahnya sudah sampai pada fondasi.

Retakan serius ini bisa mengakibatkan masalah baru. Mulai dari pintu dan jendela yang sulit dibuka dan ditutup karena kusennya berubah posisi hingga tampak celah antara rumah dengan tangga, dan jalan setapak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, retakan kecil yang tidak begitu berbahaya contohnya adalah retak rambut yang tentu tidak dalam.

Lantas, apa penyebab plafon bisa retak?

ADVERTISEMENT

1. Kerusakan Akibat Air

Penyebab paling sering adalah karena air akibat atap bocor dan lapisan pelindung rusak. Air dapat tembus ke celah antara panel drywall dan melonggarkan pita perekat sambungan.

Sebelum plafon retak biasanya muncul noda kuning atau cokelat akibat aktivitas jamur di area yang lembap. Selain itu tandanya juga bisa dari cat yang menggelembung.

2. Kerusakan Struktural

Penyebab lainnya yang cukup fatal adalah karena kerusakan dari struktur. Kerusakan pada plafon biasanya efek dari kerusakan di area lain, seperti balok penyangga, balok penopang, dinding fondasi, balok pengikat, dan pelat ambang. Kerusakan di area pertama menjalar ke atas. Oleh karena itu ketika kerusakannya sudah parah dapat memengaruhi jendela, pintu, dinding, dan akhirnya ke area langit-langit.

3. Kerusakan dari Area Atas

Jika memiliki lantai loteng, pergerakan dan beban berat di lantai atas dapat menyebabkan retakan pada plafon bagian bawahnya. Selain itu, biasanya dari plafonnya hanya memakai insulasi serbuk atau fiberglass di atas dinding gipsum. Sementara sifat dari dinding gipsum rentan terhadap pergerakan dan beban berat.

4. Pemasangan Pita Perekat yang Tidak Tepat

Retakan panjang dan lurus yang mengikuti arah balok penyangga seringkali merupakan akibat dari sambungan drywall yang tidak direkatkan dengan benar.

Itu penjelasan mengenai retakan pada plafon, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini



(aqi/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads