Selain Kipas Gantung, Ini Cara Bikin Rumah Lebih Sejuk Menurut Ahli Interior

Selain Kipas Gantung, Ini Cara Bikin Rumah Lebih Sejuk Menurut Ahli Interior

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 17 Jul 2026 19:33 WIB
Penampakan kipas gantung yang jatuh di rumah Nevie Ariesa Fandya
Penampakan kipas gantung yang jatuh di rumah Nevie Ariesa Fandya. Foto: Tangkapan layar Instagram @nevie.rost
Jakarta -

Saat ini banyak sekali perabotan modern yang bisa menyejukkan rumah secara instan. Namun, sebelum memutuskan membeli perabotan, pastikan dulu penggunaannya aman, terutama yang perlu ditempel ke struktur bangunan dan yang memakai listrik.

Sebab baru-baru ini ada insiden sebuah kipas gantung (ceiling fan) tiba-tiba jatuh. Kejadian ini terjadi di rumah content creator Nevie Ariesa Fandya dan viral di media sosial. Kolom komentarnya kini berisi dukungan kepada keluarga Nevie yang selamat dari kejadian dan komentar yang mengungkapkan kengerian atas insiden tersebut.

Dari peristiwa ini kita diingatkan untuk memastikan semua perabotan harus aman ketika digunakan. Sebab, jika terjadi kejadian tak diinginkan, bayarannya sangat mahal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Profesi Desain Interior Indonesia (LSPDII) Rohadi Sumardi ketika memilih perabotan sebaiknya melakukan riset yang mendalam, jangan hanya mengikuti tren. Tidak semua tren cocok di rumah kita.

"Setiap material yang kita pake dalam interior itu sebenarnya harus tau manfaatnya apa. Lalu fungsinya untuk apa, lalu mekanisme kerjanya seperti apa. Ya, secara teknis ya. Nah itu kan perlu diketahui semua," kata Rohadi kepada deetikcom pada Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

Jika menilik dari kasus kipas gantung tadi, ketika hendak memasang kipas gantung, Rohadi menyarankan pemilik rumah untuk memastikan ukurannya sesuai dengan luas ruangan. Lalu, cek kondisi plafon apakah kuat untuk menopang kipas dan massanya ketika digunakan.

Apabila tidak ingin memakai kipas gantung, ada alternatif lain yang bisa menyejukkan rumah. Pertama adalah memakai bouven atau lubang yang ada di dinding. Umumnya bentuknya seperti jendela mati tetapi ada dua kaca buram yang tidak menyatu. Di antara kaca buram itu terdapat rongga untuk aliran udara.

Toilet khusus disabilitas di Kampung Susun Kunir, Jakarta.Ilustrasi ventilasi berbentuk bouven di kamar mandi. Foto: Silvia Ng/detikcom

"Sebenarnya kalau dulu alami. Alaminya kan memakai bouven. Memakai lubang-lubang. Itu kan secara alami sudah membuat ventilasi sendiri kan. Karena kan udara itu kan pasti naik ke atas. Kalau panas naik ke atas kan," sebutnya.

Jika ingin yang lebih praktis bisa memakai wall fan atau kipas yang menempel di dinding. Sama seperti kipas pada umumnya, jenis satu ini juga memerlukan listrik. Kedua cara ini jauh lebih aman dan lebih minim pemakaian listriknya sehingga lebih hemat.

Itulah penjelasan mengenai pilihan alternatif perangkat yang aman dipakai selain kipas gantung, semoga membantu.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads