Saat memakai toilet umum, peringatan yang paling sering ditemui adalah larangan membuang tisu ke dalam kloset. Peringatan ini bukan gertakan semata, tetapi aturan yang tidak boleh dilanggar.
Mungkin ada yang berpikir, apa salahnya untuk membuang tisu ke lubang kloset, tisu kan mudah hancur di dalam air? Eits, itu nggak benar ya detikers.
Dilansir dari Scott English Plumbing, Kamis (16/7/2026), tisu toilet tidak otomatis hancur saat terkena air, bahkan dalam 24 jam sekalipun. Mereka hanya berubah bentuk menjadi lebih lembek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak pakar perpipaan menemukan tisu toilet masih dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan.
Selain karena sulit terurai, alasan tisu berbahaya dibuang ke toilet adalah ketika limbah ini sampai ke pipa pembuangan utama, bisa saja bercampur dengan fatberg. Sebagai informasi, fatberg adalah limbah minyak yang terbuang ke pipa dan kondisinya sudah mengeras. Minyak ini biasanya dibuang dari wastafel dapur.
Ketika kedua jenis limbah ini bertemu dan menempel pada dinding pipa, jalan air pasti terhalang atau malah tertutup. Dari waktu ke waktu limbah ini bisa menyumbat saluran pembuangan.
Pipa yang penuh kotoran ini bisa mudah rusak sehingga mempersingkat umur penggunaannya. Tanda pipa tersumbat cukup banyak. Mulai dari air dan kotoran di kloset tidak bisa hilang karena jalur tertutup tisu, muncul bau tak sedap karena kotoran di kloset terperangkap, muncul suara tak biasa dari kamar mandi, hingga yang paling parah pipa bocor.
Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia bukan ke dalam kloset.
(aqi/das)









































