Siapa di sini yang punya kasur usianya udah belasan dan puluhan tahun? Masih nyaman nggak dipakai atau sudah terasa ada perubahan?
Wajar kok kalau kasur nggak lagi empuk, ada bagian yang lebih turun, atau ada kerangka yang keras timbul ke permukaan. Meskipun wajar, itu berarti sudah saatnya detikers mengganti kasur.
Jangan dipakai terus karena ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut kesehatan dan kualitas tidur lho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi mulai sekarang coba perhatikan kasur. Jika ada tanda-tanda kondisinya sudah tidak layak berarti harus segera diganti.
Ciri-ciri Kasur Usang yang Perlu Diganti
Dilansir dari TechRadar, berikut tanda-tanda kasur yang sudah tak layak dan harus segera diganti.
1. Masa Pakai Kasur 10 Tahun atau Lebih
Ternyata umur kasur yang belasan tahun apalagi puluhan tahun tidak direkomendasikan untuk terus dipakai. Secara umum, kasur sebaiknya diganti setelah masuk pemakaian ke-10 tahun, memang dari produsennya ada klaim bahwa kasur dapat dipakai selama 20 tahun.
Model innerspring disebut masa pakainya hanya 5-7 tahun. Sedangkan, model hybrid dan busa memori bisa bertahan selama 10 tahun.
2. Tubuh Selalu Terasa Sakit dan Nyeri
Cara berikutnya untuk mengetahui kasur sudah harus diganti adalah ketika bangun tidur tubuh sering terasa sakit dan nyeri. Hal ini dikarenakan kasur sudah tidak mampu menopang tulang belakang dan titik tekanan sehingga membuat badan sakit.
Rasa sakit ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari lho, mulai dari susah tidur karena tidak nyaman posisi tidur, pegal berkepanjangan, hingga cedera pada punggung belakang.
3. Kasur Menggumpal atau Kendur
Jika badan sering pegal dan tidur kurang nyaman, salah satu penyebabnya ada perubahan pada kasur, seperti menggumpal dan kendur. Hal ini sulit untuk diperbaiki, mau tidak mau harus mengganti dengan yang baru.
4. Kasur Menguning
Tanda-tanda yang bisa dilihat adalah adanya perubahan warna pada permukaan kasur. Tandanya, muncul noda kuning karena kasur mulai oksidasi. Proses ini alami terjadi karena oksigen di udara dan membuat kasur menjadi kuning.
Noda oksidasi ini tidak berbau, tetapi sulit dihilangkan ketika dibersihkan. Sebaiknya kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika noda tersebut bukan timbul karena faktor lain, seperti keringat, bakteri, jamur, atau tungau debu.
Jika dapat dibersihkan, mungkin kamu hanya perlu menambahkan pelindung kasur dibanding langsung mengganti kasur dengan yang baru.
5. Pegas Kasur Berderit dan Terasa Menyembul
Kasur umumnya terdapat pegas yang membantu permukaan kasur tetap bisa kembali rata. Jika busa penutupnya rusak akan berdampak pada tekanan di pegas. Bahkan pada beberapa kejadian pegas ini menyembul ke permukaan kasur dan berbahaya bagi keselamatan pengguna.
6. Membuat Alergi
Jika kamu penderita alergi, dan terasa semakin parah saat berbaring di tempat tidur, kemungkinan penyebabnya ada pada kasur. Terutama tanda-tanda ini terjadi jika masa pakai kasur kamu sudah tua sehingga kemungkinan tumbuhnya sarang jamur dan bakteri jika tidak rutin dirawat.
Oleh karena itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan kasur secara menyeluruh terlebih dahulu dengan menghilangkan debu, tungau, kulit mati, dan alergen lainnya. Lapisi juga kasur kamu dengan pelindung anti alergi.
Perhatikan juga jika penyebab alergi kamu kambuh karena bantal atau bukan. Jika dari usulan berikut tidak memberikan perubahan, kemungkinan kamu perlu mengganti kasur dengan yang baru.
Itulah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya perlu diganti. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/abr)











































