Membersihkan cermin merupakan salah satu pekerjaan rumah yang rutin dilakukan banyak orang. Namun, tak sedikit yang mengeluhkan cermin tetap terlihat kusam atau meninggalkan noda meski sudah dibersihkan berulang kali.
Kondisi ini biasanya terjadi karena ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan cermin. Alih-alih kinclong, cermin justru terlihat semakin kotor atau meninggalkan bekas goresan dan serat.
Lantas, kesalahan apa saja yang perlu dihindari saat membersihkan cermin? Dikutip dari Homes & Gardens, berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tidak Membersihkan Debu Terlebih Dahulu
Sebelum menggunakan lap basah atau cairan pembersih, sebaiknya bersihkan debu yang menempel di permukaan cermin terlebih dahulu.
Jika debu langsung dilap menggunakan kain basah, kotoran tersebut bisa menyebar dan meninggalkan bekas yang membuat cermin terlihat semakin kusam.
2. Membersihkan Cermin dengan Tisu
Banyak orang memilih tisu karena dianggap praktis. Padahal, tisu justru bisa meninggalkan serat-serat halus di permukaan cermin.
Sebagai gantinya, gunakan kain mikrofiber yang lebih efektif mengangkat debu dan kotoran tanpa meninggalkan bekas.
"Bahkan tisu dengan kualitas terbaik pun dapat meninggalkan serat di cermin. Kain mikrofiber dirancang untuk menyerap dan menjebak apa pun yang bersentuhan dengannya tanpa meninggalkan goresan atau serat, asalkan kainnya bersih," kata professional cleaner sekaligus Founder Confessions of Cleaning Lady, Sara San Angelo.
3. Menggunakan Lap yang Kotor
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah memakai lap yang sudah kotor.
Lap yang mengandung debu atau sisa kotoran justru dapat memindahkan kembali noda ke permukaan cermin. Akibatnya, cermin terlihat belang meski baru saja dibersihkan.
Karena itu, pastikan kain yang digunakan dalam kondisi bersih sebelum mulai membersihkan cermin.
4. Menyemprotkan Cairan Pembersih Langsung ke Cermin
Menyemprotkan cairan pembersih langsung ke permukaan cermin ternyata tidak disarankan.
Cara yang lebih baik adalah menyemprotkan cairan pembersih ke kain mikrofiber terlebih dahulu, lalu gunakan kain tersebut untuk membersihkan cermin.
"Menambahkan produk pembersih ke kain adalah solusi yang lebih baik, tidak hanya untuk mencegah cermin menjadi terlalu jenuh yang menyebabkan goresan, tetapi juga menghemat pembersih dan uang," ujar Alicia Sokolowski dari AspenClean.
5. Menggunakan Pola Pembersihan yang Salah
Teknik mengelap cermin juga memengaruhi hasil akhirnya. Jika dilakukan secara acak, cermin berisiko meninggalkan noda atau bekas sapuan.
Alicia menyarankan membersihkan cermin dari atas ke bawah dengan gerakan horizontal atau pola berbentuk huruf Z.
"Kamu harus selalu membersihkan dari atas ke bawah dan dalam garis horizontal melintasi cermin atau gerakan yang paling populer adalah bentuk Z, bolak-balik, tetap dilakukan dari atas ke bawah," jelasnya.
Itulah sejumlah kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan cermin. Dengan menghindari kebiasaan tersebut, cermin di rumah bisa terlihat lebih bersih, bening, dan bebas noda.
(abr/das)









































