Bantal merupakan salah satu barang yang pasti ada di rumah. Fungsinya sebagai bantalan atau tempat kepala bersandar saat berbaring.
Kebanyakan bantal membutuhkan waktu lama untuk berubah bentuk atau warna. Alasannya memang dari segi material dan bentuknya tidak mudah hancur. Namun, hal ini bukan berarti bantal bisa dipakai selamanya ya detikers.
Sama seperti benda lainnya, bantal bisa kedaluwarsa dan perlu diganti. Apalagi yang tidak pernah dicuci. Bayangkan seberapa kotor bantal tersebut. Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, apabila tidak tahu, detikers bisa tahu umur bantal dengan melihat dari bentuk bantalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu Ideal Pemakaian Bantal
Dilansir dari Daily Mail, waktu pemakaian tergantung pada bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.
Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti
1. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk
Percaya nggak percaya, cara mudah mengetahui akhir masa pakai bantal adalah dengan menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.
Di sini kita sedang mengecek kualitas bantal dari massa di dalam bantal tersebut. Apabila tidak balik lagi berarti massanya berkurang sehingga kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan dan tidak akan kembali ke bentuk semula. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.
Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.
2. Terdapat Noda
Noda pada bantal yang bisa menjadi pertanda bahwa sudah tidak layak pakai adalah noda berwarna coklat. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami. Lalu, dari titik tersebut muncul jamur pada bantal sehingga warnanya berubah.
Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.
Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.
Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.
3. Kendur atau Rata
Perubahan fisik selanjutnya adalah saat dipakai kepada terasa jeblos atau turun seperti tidak ditopang. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.
4. Bantal Berbau
Pertumbuhan jamur tadi juga bisa menyebabkan bantal berbau. Selain itu, bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya bisa berasal dari badan penggunanya. Ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.
Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/aqi)










































