Rangka baja ringan merupakan struktur bangunan yang dipasang untuk menunjang atap. Jenis rangka ini sekarang banyak digunakan karena salah satu keunggulannya adalah tahan karat.
Meski begitu, baja ringan tetap bisa berkarat karena dari sifat asalnya yang memang mudah korosi. Namun, berkat jumlah baja yang sedikit dan lapisan terluarnya ditutup dengan zincalume atau galvanis, material ini bisa lebih tahan karat dan berumur panjang.
Penyebab Pelindung Baja Ringan Rusak
Direktur Mortar Indonesia sekaligus praktisi konstruksi Taufiq Hidayat mengatakan penyebab kerusakan dari pelindung baja bisa dari beberapa hal. Mulai dari faktor umur, pelindungnya yang mengelupas, hingga reaksi kimia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu mesti dilihat kalau misalnya lapisan pelindungnya itu sudah rusak, ya itu akan cepat merusak bajanya. Kan bajanya tipis. Kalau bajanya tebel, diserang karat mungkin masih tahan. Tapi kalau baja ringan diserang karat, ya langsung bisa roboh," kata Taufiq saat dihubungi detikcom pada Senin (8/6/2026).
Terpisah, menurut kontraktor dari Rebwild Construction Wildan baja ringan yang sudah berkarat mudah ambruk disebabkan massa bahannya berkurang drastis. Otomatis, kerangka tersebut tidak dapat lagi menopang beban apa pun di atasnya termasuk genteng atau jenis atap lain.
Tentu kondisi ini berbahaya bagi pemilik rumah. Selain itu, jika mengenai perabotan di dalam rumah bisa menyebabkan kerugian besar.
"Jadi karena ada beban mati sendiri lumayan besar, ditambah ada beban hidup yang menekan strukturnya. Nah si struktur karatan yang berdampak pada penurunan kekuatan, jadilah ambruk," jelas Wildan.
Cara mengetahui baja ringan berkarat hanya dengan mengecek ke atas. Umumnya tidak ada bunyi atau tanda khusus. Sebab, saat kondisinya sudah parah, hanya butuh waktu singkat rangka tersebut ambruk. Oleh karena itu, sumber kerusakan harus dihindari.
(aqi/dhw)











































