Rumah Baru Sudah Retak-retak? Ini 5 Penyebab yang Sering Terjadi

Rumah Baru Sudah Retak-retak? Ini 5 Penyebab yang Sering Terjadi

Danang Sugianto - detikProperti
Jumat, 29 Mei 2026 09:59 WIB
Infografis Penyebab Rumah Baru Retak
Foto: Infografis dibuat menggunakan Notebooklm
Jakarta -

Munculnya retakan pada dinding rumah sering membuat penghuni khawatir, apalagi jika rumah tersebut baru selesai dibangun. Selain mengganggu tampilan, retakan pada dinding juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada struktur bangunan.

Retakan pada dinding rumah umumnya ditemukan pada hunian dengan material beton. Meski sebagian retakan tergolong ringan, ada juga yang perlu segera diperiksa agar tidak menimbulkan kerusakan lebih serius.

Dilansir dari Homes and Gardens, retakan di rumah baru biasanya masih berupa retakan halus atau kecil. Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya dan masih bisa diperbaiki dengan mudah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika retakan masih kecil, penghuni rumah cukup menambal bagian yang retak menggunakan dempul lalu mengecat ulang dinding agar kembali rapi. Namun, apabila retakan terlihat panjang dan cukup lebar, sebaiknya jangan dianggap sepele.

Penghuni rumah disarankan segera berkonsultasi dengan kontraktor atau tenaga ahli untuk melakukan pengecekan struktur bangunan. Sebagai acuan, retakan dengan lebar di bawah 0,8 cm biasanya masih tergolong aman. Sementara retakan yang lebih besar perlu segera diperbaiki agar tidak semakin melebar.

ADVERTISEMENT

Lalu, apa saja penyebab dinding rumah baru bisa retak?

Penyebab Dinding Rumah Retak

1. Tanah Ambles

Salah satu penyebab utama retakan pada dinding adalah kondisi pondasi yang ambles. Hal ini bisa terjadi karena kondisi tanah di bawah rumah mengalami pergeseran atau penurunan akibat faktor lingkungan sekitar.

Jika retakan disebabkan pondasi yang turun, masalah tersebut harus segera diperiksa karena dapat memengaruhi kekuatan struktur rumah.

2. Kondisi Rumah Lembap

Rumah yang lembap ternyata tidak hanya memunculkan noda hitam pada dinding dan plafon, tetapi juga bisa menyebabkan retakan.

Kondisi lembap biasanya dipicu oleh curah hujan tinggi, rembesan air, hingga bekas banjir yang membuat struktur dinding menjadi rapuh.

3. Retakan pada Plafon

Masalah pada plafon juga dapat memicu retakan di dinding rumah. Penyebabnya bisa berasal dari kualitas plester yang kurang baik, pergerakan struktur bangunan, balok penyangga yang bermasalah, hingga serangan rayap.

4. Akar Tanaman

Akar pohon besar yang menjalar ke bawah rumah dapat memicu tanah bergerak dan menyebabkan pondasi terganggu. Bahkan, akar tanaman liar juga bisa menyebabkan kebocoran pipa atau saluran air bawah tanah.

5. Aktivitas Penghuni Rumah

Aktivitas penghuni rumah juga bisa memicu munculnya retakan kecil, misalnya karena menaruh barang dengan beban terlalu berat pada area tertentu. Namun, retakan akibat faktor ini biasanya tidak terlalu besar.

Cara Mengatasi Dinding Rumah yang Retak

Retakan kecil pada dinding sebenarnya masih bisa diperbaiki sendiri di rumah. Dikutip dari Build Better House, penghuni rumah dapat menggunakan dempul untuk menutup retakan, lalu mengamplas permukaannya hingga halus.

Setelah kering, dinding bisa dicat ulang agar tampilannya kembali bersih dan rapi.

Namun, sebelum memperbaiki retakan, penting untuk mengetahui terlebih dahulu penyebab utamanya. Jika retakan terus membesar atau jumlahnya semakin banyak, sebaiknya segera meminta bantuan tenaga ahli konstruksi agar kerusakan tidak semakin parah.

Itulah sejumlah penyebab dinding rumah retak serta cara mengatasinya. Semoga membantu!

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads