Bangunan rumah semakin tua akan semakin usang. Pemilik rumah perlu merawat rumah agar awet, salah satunya dengan melakukan renovasi.
Jika melihat ada kerusakan parah, sebaiknya segera renovasi. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan bertambah.
Namun, apa tanda-tanda rumah butuh renovasi? Berikut ini penjelasannya, dikutip dari Architecture Beast.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Atap Bocor
Salah satu tanda besar rumah perlu renovasi adalah terjadi atap atau genteng bocor. Ciri-ciri utamanya adalah terdapat bintik-bintik di plafon.
Genteng pada umumnya perlu diganti setiap 30 tahun sekali. Jika sudah bocor, atap harus segera diperbaiki.
2. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang
Wajar saja kalau ada kerusakan yang memerlukan perbaikan kecil di rumah. Akan tetapi, kalau masalah itu terjadi berulang kali, sebaiknya renovasi rumah.
Selesaikan masalah dari akarnya dengan renovasi. Dengan begitu, pemilik tidak harus membayar biaya berulang.
3. Banyak Rayap dan Hama
Selain itu, kehadiran rayap atau hama juga menjadi pertanda sudah saatnya renovasi rumah. Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah sehingga perlu biaya perbaikan yang mahal.
Pemilik patut lebih waspada kalau rumahnya terdapat banyak furnitur kayu. Lalu, basmi serangan rayap sebelum memulai renovasi.
4. Butuh Ruangan Tambahan
Penghuni rumah terus tumbuh besar, dari yang awalnya anak-anak hingga menjadi remaja. Hal ini mendorong kebutuhan akan ruang tambahan.
Oleh karena itu, renovasi dapat dilakukan untuk membangun kamar lagi. Pemilik juga bisa sekalian mengganti tata letak rumah.
5. Kondisi Lantai Buruk
Terakhir, kondisi lantai yang buruk juga pertanda untuk renovasi rumah. Lantai biasanya lebih tahan lama, tetapi bagian rumah ini butuh renovasi sudah mengganggu aktivitas penghuni.
Itulah beberapa tanda kamu perlu renovasi. Semoga membantu!
(dhw/ilf)











































