Jurus Bangun Rumah Adem, Cocok buat Cuaca Sekarang yang Lagi Panas

Jurus Bangun Rumah Adem, Cocok buat Cuaca Sekarang yang Lagi Panas

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Senin, 27 Apr 2026 19:15 WIB
Pembangunan perumahan di sejumlah daerah masih terus berjalan terlihat seorang pekerja sedang memantau proyek rumah di Palembang, beberapa pekan lalu.  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memberikan komitmennya untuk mendukung pembiayaan pemb
Ilustrasi Bangun Rumah Foto: dok. BTN
Jakarta -

Membangun rumah di iklim tropis perlu memperhatikan penghawaan di dalam rumah. Sebab, salah satu ciri rumah yang nyaman adalah suhu udaranya adem.

Rumah yang panas tentu membuat penghuni gerah dan tak sanggup berlama-lama di dalamnya. Untuk itu, pastikan untuk memperhatikan bangunan rumah mampu menahan panas.

Jika berniat membangun rumah, pilih bahan yang bersifat mampu menahan panas. Lalu, rancang rumah sedemikian rumah biar bisa menghalau hawa panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Praktisi konstruksi sekaligus Direktur Mortar Indonesia Taufiq Hidayat suhu rumah tinggi karena berada di daerah yang panas. Permukaan seperti dinding dan atap yang terpapar dapat menyerap panas.

"Yang terpapar dengan panas itu mesti disiasati," ucap Taufiq kepada detikProperti, Minggu (26/4/2026).

ADVERTISEMENT

Berikut ini cara membangun rumah yang adem dengan cara meredam panas menurut.

1. Bahan Penutup Atap

Ia menyarankan agar memilih penutup atap yang dapat meredam panas. Beberapa bahan yang mampu menahan panas antara lain PVC dua lapis, genteng tanah liat, dan genteng beton.

Jika punya anggaran terbatas dan mesti pakai genteng metal, spandek pasir bisa jadi opsi lebih adem untuk atap metal.

"Genteng tanah liat itu yang paling bagus meredam panas," ucapnya.

2. Peredam Panas di Atap

Selain memilih penutup atap, pemilik dapat menambahkan lapisan peredam panas di atap. Peredam panas tersebut berupa lembaran aluminium foil.

Aluminium foil adalah material tambahan yang digelar di antara kuda-kuda rangka atap dan reng atap. Material tersebut secara efektif mampu mengurangi hawa panas yang masuk ke ruangan.

3. Bahan Dinding

Kemudian, pilih material dinding memiliki kemampuan menahan panas. Salah satu bahan yang direkomendasikan adalah bata merah. Taufiq mengatakan bata merah belakangan diminati lagi karena kemampuannya meredam panas.

"Dinding itu kalau sekarang pakai bata merah itu paling bagus kalau untuk meredam panas daripada bata ringan," ucapnya.

4. Ketebalan Dinding

Dinding yang tipis lebih rentan tembus hawa panas ke dalam rumah. Taufiq menyarankan untuk membangun dinding yang tebal agar dapat meredam panas.

Menurutnya, ketebalan dinding yang standar sekitar 12-15 cm. Untuk bagian bata saja bisa dibuat 10 cm. Lalu, plesteran di bagian luar dan dalam rumah masing-masing 2,5 cm.

5. Sirkulasi Udara

Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah lancar. Caranya bisa dengan membuat plafon yang tinggi dan bukaan yang cukup.

Itulah cara membangun rumah yang adem. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads