Pernahkah mengalami listrik padam atau biasa disebut mati lampu di rumah? Kejadian ini terkadang terjadi di rumah, terutama saat hujan deras.
Saat mati lampu, aktivitas penghuni rumah terganggu. Ruangan seketika menjadi gelap dan alat elektronik tak bisa digunakan.
Tak hanya mengganggu aktivitas, tanpa disadari mati lampu juga memengaruhi kondisi perangkat elektronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, ada berbagai hal lain yang perlu diperhatikan ketika mati lampu. Berikut ini penjelasannya, dikutip dari situs Constellation, Kamis (23/4/2026).
1. Cari Tahu Penyebab Mati Lampu
Pertama, cari tahu dulu apakah listrik padam hanya di rumah atau lingkungan sekitar juga. Periksa panel listrik utama untuk melihat apakah ada pemutus sirkuit yang terputus.
Cabut atau matikan semua peralatan yang terhubung ke sirkuit tersebut sebelum menghidupkan kembali pemutus sirkuit. Jika sering mengalami masalah pada pemutus sirkuit yang sama, hubungi teknisi listrik.
Jika tidak ada masalah, coba intip lampu tetangga menyala atau tidak. Bisa saja mati lampu disebabkan masalah dari penyedia listrik setempat. Kamu bisa melapor atau menanyakan kondisi listrik padam dengan menghubungi penyedia listrik setempat.
2. Matikan atau Cabut Semua Perangkat Elektronik
Saat lampu mati, segera lindungi perangkat elektronik mahal di rumah. Caranya dengan mematikan atau mencabut aliran listrik perangkat.
Lonjakan daya dapat merusak peralatan sensitif seperti TV dan komputer serta peralatan besar saat listrik kembali menyala.
Kemudian, hal ini mencegah penghuni lupa mematikan perangkat elektronik. Misalnya penghuni sedang menggunakan kompor listrik atau setrika sesaat sebelum listrik padam.
3. Biarkan Kulkas dan Freezer Tertutup
Sebaiknya biarkan kulkas dan freezer tetap tertutup selama listrik padam. Membuka pintu kulkas memungkinkan udara dingin keluar, sehingga makanan lebih cepat busuk. Makanan yang disimpan di kulkas masih aman dikonsumsi hingga 4 jam setelah listrik padam.
4. Gunakan Senter untuk Penerangan
Jika mati lampu terjadi di malam hari, penghuni tentu menginginkan sumber cahaya. Penghuni bisa saja menyalakan lilin, tetapi cara ini berisiko menimbulkan kebakaran. Sebaiknya gunakan senter atau lampu cadangan yang bertenaga dari baterai untuk menerangi rumah.
Itulah hal yang dapat dilakukan ketika mati lampu. Semoga membantu!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)











































