Pemilik rumah bisa mendapatkan asisten rumah tangga (ART) dengan berbagai cara. Namun, salah satu tantangan penghuni rumah adalah mempertahankan ART agar tidak berhenti kerja atau minta pulang.
Hal ini bisa bikin penghuni rumah waswas setiap ART cuti, khawatir tidak kembali bekerja. Pasalnya, banyak pemilik rumah sangat membutuhkan jasa ART.
Nah, demi mempertahankan ART, penghuni perlu membuat mereka betah. Berikut ini caranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Bikin ART Betah, Nggak Minta Berhenti Kerja
Inilah beberapa siasat membuat ART betah bekerja di rumah menurut agen penyalur tenaga kerja rumah tangga.
1. Transparan soal Tugas Rumah
Penanggung jawab penyalur CI Group, Cindy, mengatakan pemilik rumah selaku penerima jasa harus terbuka soal tugas (job description) dan kondisi pekerjaan. Jangan sampai ART kaget dan keberatan dengan tugas yang diberikan ketika mulai bekerja.
"ART tidak awet itu biasanya jobdesc yang tidak sesuai. Makanya kita tegasin kalau untuk jobdesc harus transparan dari awal. Kenapa kadang tidak awet, karena pekerja merasa 'kok ini begini pekerjaannya?'" ujar Cindy kepada detikProperti, Senin (20/4/2026).
2. Pastikan Alasan Pekerja Pulang
Kadang kala ada ART yang membuat alasan agar bisa pulang, tetapi tidak kembali lagi. Misalkan keluarga di rumah mengalami musibah. Hal ini dapat dipastikan lagi kebenarannya agar pekerja tak pulang begitu saja.
"Kalau misalkan tenaga yang ada musibah di rumah yang mengharuskan dia pulang, pastinya kita juga validasi, jadi kita tidak langsung mengiyakan mbak-nya mau pulang. Karena kan harus ada bukti yang konkret. Ada yang meninggal atau apa, kalau tidak bisa memberikan bukti, tidak bisa begitu," jelasnya.
3. Penuhi Hak Pekerja
Lalu, penuhi hak pekerja agar mereka merasa nyaman. Hak ART antara lain, memberikan gaji tepat waktu sesuai perjanjian awal, kenaikan gaji, makanan yang layak tiga kali sehari, waktu istirahat minimal tujuh jam sehari, memberikan obat ketika sakit, tempat tidur yang layak, hingga alat kebersihan.
4. Berkomunikasi dengan Baik
Sebagai pengguna jasa, gunakan bahasa yang dapat diterima dengan baik oleh ART. Hindari menggunakan nada tinggi dan kosa kata kasar.
"Nadanya tinggi, itu juga kadang ada keluhan dari mbaknya yang begitu. Padahal mungkin (penghuni rumah) bukan maksudnya marah, cuma memang nada tinggi," imbuhnya.
5. Jangan Terlalu Membebani Pekerja
Terakhir, jangan membebani terlalu banyak pekerjaan tanpa henti kepada ART. Berikan beban kerja sewajarnya serta waktu istirahat yang layak.
"Kadang itu juga jadi keluhan, pekerjaan yang nggak ada henti. Misalkan habis beresin semua rumah, terus nyuci, duduk bentar mungkin capek, nah itu langsung disuruh (kerja lagi)," tutur Cindy.
