7 Kesalahan Desain Rumah Modern yang Bisa Bikin Banjir

7 Kesalahan Desain Rumah Modern yang Bisa Bikin Banjir

Wildan Alghofari - detikProperti
Sabtu, 18 Apr 2026 18:45 WIB
Builders working on wooden construction site, modern wooden house.
Ilustrasi bangun rumah (Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography)
Jakarta -

Desain rumah modern banyak dipilih karena tampilannya yang bersih, minimalis, dan terlihat rapi dari berbagai sudut. Namun, di balik estetika tersebut, ada sejumlah detail teknis yang sering luput dari perhatian dan justru bisa memicu masalah serius, salah satunya genangan air di area rumah.

Banyak rumah modern mengutamakan konsep visual, seperti halaman datar tanpa saluran air terbuka, atap datar, hingga minimnya kemiringan lantai demi desain yang minimalis dan kekinian. Sayangnya, jika perencanaan drainase dan alur air hujan tidak diperhitungkan secara matang, air justru mudah menggenang di teras, halaman, bahkan meresap ke dalam bangunan.

Genangan air bukan sekadar masalah estetika atau kenyamanan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak struktur bangunan, memicu pertumbuhan jamur dan lumut, hingga mempercepat kerusakan fondasi rumah. Tak sedikit kasus rumah yang terlihat modern, tetapi justru menyimpan risiko tersembunyi akibat kesalahan desain yang tampak sepele.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan Desain Rumah Modern yang Rentan Terhadap Genangan Air

Desain rumah modern yang mengutamakan tampilan bersih dan minimalis seringkali mengabaikan aspek teknis pengelolaan air hujan. Padahal, tanpa perencanaan yang tepat, beberapa desain justru menjadi penyebab utama genangan air di sekitar rumah. Dilansir dari situs Livingetc dan Homes and Garden, berikut beberapa kesalahan desain rumah modern yang rentan terhadap genangan air.

1. Tidak Mengontrol Limpasan Air Hujan

Salah satu kesalahan terbesar dalam desain rumah modern adalah membiarkan air hujan mengalir dan menggenang di sekitar fondasi. Manajer umum GL Hunt Foundation Repair and Service Squad Plumbing, Hayden Slack, menjelaskan bahwa genangan air di dekat bangunan dapat menimbulkan masalah besar pada struktur rumah jika diabaikan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

"Jika drainase tidak ditangani dengan benar, rumah akan mengalami retakan fondasi, pintu dan jendela yang macet, celah pada batu bata atau dinding kering, dan dalam kasus yang lebih serius, pergeseran besar pada struktur rumah," kata Slack, dikutip dari Homes & Gardens.

2. Kemiringan Teras dan Halaman yang Terlalu Datar

Kesalahan umum lainnya adalah membuat teras, jalur pejalan kaki, atau halaman dengan permukaan yang terlalu datar. Permukaan tanpa kemiringan membuat air hujan tidak bisa mengalir, sehingga membentuk genangan yang sulit kering.

Dilansir dari situs Livingetc, teras yang dirancang dengan baik seharusnya tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga arah aliran air. Kemiringan ideal sekitar 1:60 hingga 1:80 yang memungkinkan air hujan mengalir menjauh dari bangunan, sehingga tidak menggenang di dekat dinding atau ambang pintu.

Penggunaan material paving dengan tekstur ringan juga bisa membantu mengurangi genangan air di permukaan. Menggunakan paving akan menciptakan area halaman yang lebih aman, tidak licin, dan lebih mudah dibersihkan.

3. Terlalu Banyak Material Kedap Air

Penggunaan beton, keramik, dan batu alam memang mendukung tampilan rumah lebih modern. Namun, tanpa area resapan yang baik, material ini membuat limpasan air hujan sulit meresap ke tanah. Akibatnya, air akan langsung mengalir dan menggenang di titik terendah, dan meningkatkan risiko banjir kecil di sekitar rumah.

4. Atap Datar Tanpa Drainase Optimal

Atap datar menjadi ciri khas rumah modern. Namun, desain ini sangat rentan terhadap genangan jika saluran pembuangan air tidak dirancang dengan benar. Talang yang terlalu kecil, tersumbat, atau salah sudut kemiringan bisa membuat air tertahan di atap, serta memicu kebocoran dan kerusakan struktur.

5. Ketinggian Lantai Rumah Terlalu Rendah

Kesalahan desain lain yang kerap terjadi adalah posisi lantai rumah yang dibuat terlalu rendah dibandingkan halaman atau jalan di sekitarnya. Perbedaan ketinggian ini membuat air hujan dengan mudah mengalir masuk ke dalam rumah, terutama saat hujan deras atau ketika drainase lingkungan tidak berfungsi optimal. Akibatnya, risiko genangan, lantai basah, hingga kerusakan interior pun menjadi lebih tinggi.

6. Sistem Talang dan Pipa Pembuangan Tidak Memadai

Ukuran talang dan pipa pembuangan yang tidak sesuai volume air hujan dapat menyebabkan air meluap dan jatuh langsung ke area fondasi. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu erosi tanah, kelembapan berlebih, dan retakan pada struktur rumah.

7. Mengabaikan Kondisi Iklim dan Curah Hujan Lokal

Banyak desain rumah modern meniru konsep luar negeri tanpa menyesuaikan iklim tropis. Desain rumah yang meniru konsep rumah luar negeri, seperti atap datar dan menggunakan dinding berbahan kayu, tidak selalu cocok diterapkan di Indonesia karena wilayahnya mempunyai intensitas curah hujan yang tinggi. Tanpa sistem drainase yang baik, rumah akan lebih rentan terhadap genangan dan kerusakan akibat air.

Desain rumah modern, seharusnya tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga memperhatikan fungsi dan ketahanan bangunan. Kesalahan kecil dalam perencanaan drainase, kemiringan lantai, dan pemilihan material bisa berdampak besar terhadap risiko genangan air. Dengan memahami dan menghindari kesalahan desain rumah sejak awal, hunian tidak hanya estetik, tetapi juga lebih aman, nyaman, serta tahan lama menghadapi cuaca ekstrem dan musim hujan.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads