Survei rumah bukan hanya mendengarkan penjelasan dan penawaran manis dari penjual. Ini merupakan kesempatan emas bagi calon konsumen untuk mengecek kondisi fisik rumah.
Cara mengecek kualitas bangunan, bukan hanya dengan bertanya dan melihat, melainkan melakukan uji tes sederhana. Menurut kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects Albert Lim cara ini bisa diikuti oleh siapa pun termasuk orang awam yang tidak paham mengenai bangunan.
Saat melakukan tes, pastikan calon konsumen atau pemilik rumah sudah mempersiapkan 3 bahan dan alat berikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kelereng
Jika dulu kelereng hanya digunakan untuk alat bermain, kelereng juga punya fungsi lain, yakni mengecek kondisi kemiringan lantai dan kualitas pemasangannya. Albert mengatakan kelereng bisa menunjukkan apakah lantai kamar mandi sudah miring sesuai yang dibutuhkan.
Hal ini penting dipastikan karena lantai kamar mandi harus dibuat agak miring ke arah lubang pembuangan. Namun, Albert mengingatkan cara ini hanya berhasil apabila jenis lantai yang digunakan licin.
"Tapi kalau lantainya itu miring, terus penutup lantainya (material lantainya) kasar, kelereng juga nggak akan gelinding. Itu cuma bisa dilakukan kalau lantai yang permukaannya licin, kelereng bisa," kata Albert kepada detikcom pada Kamis (12/3/2026).
Terpisah, menurut profesional kontraktor di PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky kelereng bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui jika keramik sudah terisi dengan adukan atau masih kosong.
"Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping," jelasnya.
Cara menggunakan kelereng untuk mengecek keramik kopong atau tidak adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sementara jika kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.
2. Air
Kemudian, untuk mengukur kemiringan lantai kamar mandi sudah benar atau belum bisa juga dengan menyiramkan air mengarah ke lubang pembuangan. Ketika menyiram air pastikan sudah mengambil jarak cukup jauh dari lubang agar mengetahui arah gerak air. Apabila air langsung mengalir ke saluran, berarti lantai sudah dibuat dengan kemiringan yang tepat.
3. Senter
Jika sudah mengeluarkan modal yang besar untuk membeli rumah atau membangun rumah sendiri, jangan lupa cek kondisi permukaan dinding. Caranya dengan menyalakan senter dari samping dan sejajar dengan permukaan dinding. Pastikan kondisi ruangan tidak terlalu terang. Kondisi dinding yang tidak rapi akan terlihat jelas saat terkena cahaya dari samping.
Dinding yang dibuat dengan rapi dan tidak bergelombang berarti tidak akan mudah muncul retak rambut, tidak begitu boros ketika pengecatan, dan dari segi estetika terlihat indah.
Itulah beberapa cara sederhana untuk melihat kualitas lantai dan dinding rumah. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/dhw)











































