Melihat Tanda Atap Bocor Saat Survei Rumah? Ini yang Harus Dilakukan

Melihat Tanda Atap Bocor Saat Survei Rumah? Ini yang Harus Dilakukan

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 17 Mar 2026 15:48 WIB
Pasien Rumah Sakit Umum (RSU) Bioklinik Gorontalo dievakuasi karena atap bocor akibat hujan. Dokumen Istimewa
Ilustrasi atap bocor. Foto: Dokumen Istimewa
Jakarta -

Saat survei rumah, satu hal penting yang harus dicek adalah soal kebocoran atap. Apalagi jika rumah yang akan dibeli merupakan rumah tua atau rumah bekas.

Atap rumah yang bocor bukan hanya bikin repot setiap hujan, melainkan berbahaya juga. Atap yang lembap bisa menjadi tempat pertumbuhan jamur atau black mold. Hal ini akan berdampak pada kesehatan paru-paru. Lalu, jika kondisi strukturnya sudah tua, plafon dan atap bisa ambruk dan membahayakan keselamatan penghuni rumah.

Oleh karena itu, cari rumah yang kondisi atapnya aman dan bebas dari bocor. Saat survei rumah harus dilihat bagian plafon, dinding, hingga ke atap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apabila menemukan atap rumah yang bocor saat survei, menurut kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects Albert Lim kita bisa lho meminta pengembang atau penjual memperbaiki dahulu. Pilihannya ada dua, bisa meminta potongan harga sebagai kompensasi biaya perbaikan atap atau meminta penjual memperbaiki rumah baru setelah itu baru melakukan pembayaran.

"Kalau misalnya ada tanda bocor, berarti kan antara dua, kamu beli rumah, kamu sudah tahu keadaannya bocor dan kamu harus siap memperbaiki atau kamu tahunya itu beres dulu, aku baru mau masuk. Itu kamu bisa nego sama yang jual rumah, 'Eh ini bocor ya, potongin harga jualnya dong, aku harus benerin lagi. Atau kamu benerin sampai benar, baru aku pindah masuk," kata Albert saat dihubungi detikcom pada Kamis (12/3/2026).

ADVERTISEMENT

Kedua tawaran tersebut sah-sah saja dilakukan ketika hendak membeli rumah selama kedua belah pihak tidak keberatan.

Sementara itu, jika membeli rumah di pengembang, umumnya pengembang memberikan waktu beberapa minggu untuk mengklaim asuransi. Saat masa-masa itu, periksa atap apakah ada kebocoran agar bisa meminta perbaikan kepada pengembang.

Selain kebocoran pada atap, ketika melakukan survei rumah, terutama saat hujan turun, ada hal lain yang harus diperiksa, yakni sebagai berikut.

Rembesan

Mirip dengan tanda-tanda kebocoran, rembesan juga bisa diketahui dari jejak air. Umumnya jejak ini terlihat pada dinding rumah atau pinggiran plafon.

Drainase

Untuk mencegah banjir atau air menggenang, drainase di rumah harus lancar sehingga ketika terjadi hujan deras, air bisa masuk ke drainase. Cara mengetahui drainase lancar atau tidak adalah cek area depan rumah apakah ada genangan air atau tidak. Apabila ada dan itu di area yang fatal, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk membeli rumah di sana.

"Ngecekin drainase itu bagian area yang kena hujan, yang ada pembuangan itu ada genangan air atau nggak, atau airnya surut semua. Kalau ada genangan air berarti kemiringan lantainya (lahannya) jelek," jelasnya.

Kemiringan Lantai

Area yang lantainya harus dibuat miring adalah di area kamar mandi agar tidak ada genangan sehingga tidak menyebabkan lantai lembap dan licin. Lalu, lantai di sekitar pembuatan air, termasuk dekat talang air dan teras rumah.

Talang Air

Talang air adalah tempat untuk menampung air hujan dan mengarahkannya untuk terbuang ke bawah sehingga air hujan yang turun mengenai atap tidak ada yang masuk ke plafon rumah.

Bagian ini harus dicek, apakah talang tersebut mampu menampung air hujan atau tidak. Apakah ada pohon di dekat talang air yang bisa mengotori jalur dan menghambat air turun.

Itulah penjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab soal renovasi rumah yang atapnya bocor, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads