Mempunyai rumah di kawasan banjir memang sangat riskan. Bangunan beserta isinya bisa cepat rusak kalau terendam banjir berulang kali.
Jika belum siap pindah ke lokasi yang lebih aman, pemilik bisa coba membuat bangunan rumah aman dari terjangan banjir. Misalnya membuat tanggul pada pintu atau sumur resapan buat mencegah dampak buruk dari banjir.
Lalu, bagaimana cara amankan rumah yang rawan terkena banjir? Berikut ini tipsnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Bikin Rumah Aman dari Banjir
Inilah langkah-langkah mengamankan rumah di kawasan rawan banjir, dilansir dari Archdaily.
1. Meninggikan Bangunan
Untuk meminimalisir kerusakan, pemilik bisa mempertimbangkan buat meninggikan struktur rumah di atas permukaan banjir. Arsitek biasanya mendesain bangunan dengan panggung atau kolom agar fondasi dapat dinaikkan. Pemilik dan arsitek perlu mencari informasi tentang sejarah banjir untuk membuat keputusan yang tepat.
2. Gunakan Material Tahan Banjir
Rumah perlu menggunakan bahan bangunan dengan daya tahan tinggi serta tahan lembap. Sebab, aliran air yang kuat dapat menggeser dinding dan fondasi.
Pastikan bangunan tahan setidaknya 72 jam menghadapi banjir. Pemilik bisa pertimbangkan untuk pakai bahan seperti beton, bata berlapis kaca, kayu lapis, lem tahan air, ubin keramik, dan cat epoksi poliester.
3. Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan
Perangkat elektronik rawan rusak ketika terjadi banjir. Pemilik mesti melindungi komponen elektronik dengan menempatkannya di atas permukaan air banjir.
Komponen tersebut di antaranya peralatan pipa, perlengkapan pipa, sakelar, stopkontak, dan meteran listrik. Selain itu, pasang alat tambahan untuk mengurangi risiko kerusakan, misalnya penutup kedap air, penghalang, atau lapisan pelindung.
4. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air
Cegah air masuk rumah dengan menggunakan pelapis anti banjir. Pelapis ini bisa berupa sealant atau veneer kedap air.
Veneer kedap air itu bisa berupa lapisan batu bata yang memiliki membran kedap air. Membran ini menyegel dinding luar agar air tidak dapat menembus bangunan. Untuk dinding interior, pakai insulasi busa sel tertutup di area yang mungkin terendam banjir.
Selain itu, pelapis dan sealant bisa diterapkan pada bukaan rumah. Pasang sealant pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu agar air tidak masuk melalui celah.
5. Ratakan Halaman Rumput
Kemudian, pemilik dapat mencegah kerusakan pada bangunan rumah dengan meratakan halaman rumput. Halaman itu perlu dimiringkan ke arah luar agar air mengalir menjauh dari rumah.
Jangan sampai permukaan halaman miring ke arah rumah. Air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan. Lalu, sebaiknya gunakan tanah berat yang mengandung tanah liat dan pasir agar mudah mengalirkan air ke tempat yang lebih sesuai seperti selokan.
Itulah cara mengamankan bangunan rumah dari banjir. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/abr)











































