Banyak orang berinvestasi dengan memiliki rumah lebih dari satu. Memiliki lebih dari satu rumah sering dianggap sebagai bentuk keberkahan rezeki. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang hanya menempati satu rumah, sementara rumah lainnya dibiarkan kosong dalam waktu lama, jarang dirawat, bahkan nyaris tak pernah dikunjungi.
Dalam perspektif Islam, kondisi ini bukan sekadar persoalan aset tak produktif, tetapi juga memiliki hal spiritual yang patut diwaspadai. Para ulama menjelaskan bahwa tempat-tempat yang kosong, sepi, dan tidak terawat berpotensi menjadi hunian bangsa jin dan setan. Karena itu, membiarkan rumah kosong tanpa perawatan dalam waktu lama dinilai kurang dianjurkan.
Rumah Kosong dalam Pandangan Ulama Islam
Dilansir dari situs Nahdlatul Ulama, para ulama menjelaskan bahwa jin sebagai makhluk ciptaan Allah juga memiliki kecenderungan memilih tempat tinggal tertentu. Salah satu pendapat menyebutkan bahwa jin dan setan kerap menempati tempat-tempat yang tidak berpenghuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad Mahfud bin Abdullah at-Tarmasi. Dalam salah satu karyanya, beliau mengutip pendapat ulama.
قَالَ بَعْضُهُمْ: مَأْوَى الشَّيَاطِيْنِ كُلُّ مَوْضُوْعٍ غَيْرِ مَأْهُوْلٍ كَالْمَغَارَاتِ وَالشُّعُوْبِ وَالْأَرْحبَةِ الْخَرَّابِ. وَقَالَ صَاحِبُ الْوَافِي: كُلُّ مَوْضِعٍ يَتَشَوَّشُ الْاِنْسَانُ مِنْهُ وَيَحْصُلُ لَهُ الْوَهْمُ وَالْخَوْفُ مِنْهُ مَأْوَى الشَّيَاطِيْنِ
Artinya: "Sebagian ulama berkata: tempat-tempat setan adalah setiap tempat yang tidak berpenghuni, seperti gua-gua, lembah, dan bangunan yang roboh. Pengarang kitab al-Wafi berkata: setiap tempat yang dapat mengusik ketenangan manusia, menimbulkan rasa takut dan khawatir, maka itulah tempat setan."
Penjelasan ini menunjukkan bahwa bangunan kosong, termasuk rumah yang lama dibiarkan kosong oleh pemiliknya tanpa dirawat, memiliki karakteristik yang sama dengan tempat-tempat yang disukai jin dan setan. Jin dan setan pada umumnya menyukai tempat-tempat najis dan kotor, seperti kamar mandi, tempat pembuangan kotoran, dan lokasi yang jarang dibersihkan. Ini memperkuat anggapan bahwa rumah yang dibiarkan kosong, tidak dirawat, lembap, gelap, dan jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat favorit bangsa jin, terutama jin kafir.
Mengapa Jin Suka Menetap di Rumah Kosong?
Berdasarkan Catatan detikHikmah, sejumlah kitab dan pendapat ulama menjelaskan alasan jin menyukai rumah kosong. Dalam buku Sejarah Agama Manusia serta Belajar Ruqyah Mandiri dan Menjadi Praktisi Ruqyah karya Wafi Marzuqi Ammar, disebutkan bahwa jin cenderung menyukai:
- Tempat yang sepi dari aktivitas manusia
- Lokasi yang kotor, lembap, dan tidak terawat
- Area gelap dan jarang dimasuki manusia
Rumah kosong yang lama ditinggalkan umumnya memenuhi ciri-ciri tersebut. Aktivitas manusia yang minim membuat rumah perlahan menjadi kumuh dan gelap, sehingga semakin sesuai dengan karakter tempat yang disukai jin.
Doa Masuk Rumah sebagai Bentuk Perlindungan
Rasulullah mengajarkan doa berikut saat masuk rumah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tempat masuk yang terbaik dan tempat keluar yang terbaik. Dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami bertawakal." (HR. Abu Daud)
Doa ini menjadi bentuk perlindungan spiritual agar rumah senantiasa berada dalam penjagaan Allah.
Tips Agar Rumah Tidak Kosong dan Terawat
Agar rumah tidak menjadi kosong, terbengkalai, dan berpotensi menjadi tempat yang tidak diinginkan, berikut beberapa alternatif pemanfaatan rumah yang bisa dilakukan.
1. Dijadikan Rumah Kontrakan atau Kos-kosan
Selain produktif secara ekonomi, keberadaan penghuni membuat rumah tetap hidup dan terawat.
2. Dipinjamkan Kepada Keluarga atau Kerabat
Rumah tetap berpenghuni dan terjaga tanpa harus dibiarkan kosong.
3. Digunakan sebagai Rumah Singgah atau Rumah Ibadah Kecil
Aktivitas positif di dalam rumah menjadi bentuk penjagaan maknawi.
4. Rutin Dikunjungi dan Dibersihkan
Jika belum memungkinkan dihuni, pastikan rumah tetap dibuka, dibersihkan, dan diberi pencahayaan.
5. Membiasakan Dzikir dan Doa di Dalam Rumah
Membaca Al-Qur'an, doa masuk rumah, dan menjaga kebersihan menjadi ikhtiar lahir dan batin.
Dengan memahami pandangan Islam ini, pemilik rumah diharapkan lebih bijak dalam mengelola asetnya. Rumah yang aktif, bersih, dan terawat bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga lebih aman secara spiritual. Wallahu a'lam.
(das/das)










































