Air Akuarium Mendadak Keruh, Waspadai Alga Cokelat Ini

Air Akuarium Mendadak Keruh, Waspadai Alga Cokelat Ini

Wildan Alghofari - detikProperti
Senin, 09 Feb 2026 10:16 WIB
Air Akuarium Mendadak Keruh, Waspadai Alga Cokelat Ini
Ilustrasi akuarium (Foto: iStock)
Jakarta -

Akuarium ikan hias sering kali menjadi dekorasi tambahan yang menenangkan di rumah. Namun, kondisi air yang cepat keruh akibat lapisan cokelat berdebu di kaca dan dasar akuarium kerap membuat pemilik resah. Salah satu penyebab paling umum dari masalah ini adalah kemunculan alga.

Alga cokelat di akuarium sebenarnya merupakan masalah yang cukup umum dan sering dialami oleh penghobi ikan hias. Meski tampilannya kurang enak dipandang, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara. Dengan cara yang tepat, alga cokelat bisa diatasi dan dicegah agar tidak terus mengganggu kejernihan air akuarium.

Apa Itu Alga di Akuarium dan Bagaimana Tanda Kemunculannya?

Dilansir dari The Times of India, Alga cokelat yang sering muncul di akuarium sebenarnya bukan alga sungguhan. Lapisan ini berasal dari organisme sangat kecil bernama diatom. Diatom adalah makhluk bersel satu yang memiliki cangkang dari zat silika dan mudah menempel di kaca, kerikil, maupun dekorasi akuarium. Saat terkena cahaya lampu akuarium, diatom terlihat seperti lapisan debu berwarna cokelat yang menutupi permukaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanda-tanda umum alga cokelat di akuarium antara lain munculnya lapisan tipis berwarna cokelat di kaca, kerikil, dekorasi, hingga daun tanaman air. Lapisan ini tidak berlendir, mudah dibersihkan, tetapi sering kali tumbuh kembali dengan cepat. Alga cokelat paling sering terlihat pada beberapa minggu pertama setelah akuarium baru disiapkan, ketika kondisi air belum stabil sepenuhnya.

Penyebab Alga Bisa Tumbuh di Akuarium

Pertumbuhan alga cokelat dipicu oleh beberapa faktor utama, terutama tingginya kandungan silika, nitrat, dan nutrisi lain di dalam air. Silika umumnya berasal dari air keran atau substrat pasir, yang kemudian dimanfaatkan diatom untuk berkembang biak. Pada akuarium baru, koloni bakteri baik juga belum terbentuk secara optimal, sehingga keseimbangan ekosistem masih rapuh.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pencahayaan yang kurang atau tidak konsisten dapat mempercepat pertumbuhan alga cokelat. Dalam kondisi cahaya rendah, tanaman air dan alga hijau sulit bersaing memperebutkan nutrisi, sehingga diatom lebih mudah mendominasi. Faktor lain seperti pemberian pakan berlebihan, kepadatan ikan yang terlalu tinggi, jarangnya penggantian air, serta sistem filtrasi biologis yang belum matang juga turut memperparah kondisi ini.

Cara Menghilangkan Alga di Akuarium

Alga cokelat mudah dibersihkan karena diatom tidak menempel kuat pada permukaan akuarium. Melansir The Times of India, berikut ini cara-caranya.

  • Kaca akuarium dan dekorasi bisa dibersihkan dengan cara digosok menggunakan spons atau kain lembut.
  • Kerikil di dasar akuarium sebaiknya disedot dengan alat vakum saat penggantian air, karena alga cokelat sering menumpuk di bagian bawah.
  • Pembersihan sebaiknya dilakukan secara rutin, bersamaan dengan penggantian air sebagian agar pertumbuhan alga tetap terkendali.
  • Media filter perlu dibersihkan menggunakan air akuarium, bukan air keran, supaya bakteri baik tidak mati.
  • Beberapa ikan dan hewan pemakan alga, seperti ikan sapu-sapu dan siput pemakan alga, dapat membantu mengendalikan alga secara alami, selama sesuai dengan ukuran dan kondisi akuarium.

Cara Mencegah Alga Datang Kembali

Untuk mencegah alga cokelat muncul kembali, perawatan akuarium perlu dilakukan secara konsisten dengan menjaga kualitas dan kestabilan air. Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi risiko pertumbuhan alga cokelat dalam jangka panjang.

  • Pencegahan alga cokelat bergantung pada kondisi air akuarium yang stabil.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup dan konsisten, sekitar 8 hingga 10 jam per hari.
  • Cahaya yang cukup membantu tanaman air tumbuh baik sehingga bisa bersaing dengan diatom dalam menyerap nutrisi.
  • Lakukan penggantian air sebagian secara rutin untuk menurunkan kadar nitrat dan silika.
  • Hindari memberi makan ikan secara berlebihan agar sisa pakan tidak menumpuk di akuarium.
  • Pastikan sistem filtrasi bekerja dengan baik dan sesuai kapasitas akuarium.
  • Jika air keran mengandung mineral tinggi, pertimbangkan menggunakan air filtrasi.
  • Pada akuarium baru, alga cokelat biasanya akan berkurang sendiri setelah keseimbangan dalam akuarium terbentuk.

Alga cokelat di akuarium ikan hias memang dapat membuat air tampak cepat keruh dan mengganggu estetika, tetapi kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi ikan. Kemunculannya sering menjadi tanda bahwa akuarium masih dalam tahap penyesuaian.Dengan perawatan rutin, pengelolaan yang baik, serta menjaga keseimbangan ekosistem akuarium, alga cokelat dapat dikendalikan dan akuarium pun kembali jernih, bersih, dan sehat untuk ikan hias.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads