3 Jenis Atap Rumah yang Bentuknya Mirip Seng, tapi Kualitasnya Lebih Top

3 Jenis Atap Rumah yang Bentuknya Mirip Seng, tapi Kualitasnya Lebih Top

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 05 Feb 2026 15:45 WIB
3 Jenis Atap Rumah yang Bentuknya Mirip Seng, tapi Kualitasnya Lebih Top
Atap galvalum. Foto: Dok RIPPDA
Jakarta -

Seng merupakan salah satu jenis atap yang cukup banyak dipakai di Indonesia. Namun, material ini sering disebut kurang layak untuk rumah karena bisa menyebabkan rumah panas seperti di sauna dan mudah berkarat.

Karat pada seng disebabkan bahan bakunya dari besi yang dilapisi oleh zinc atau galvanis. Apabila ada reaksi, seperti dari air, asam, hingga kelembapan ke seng otomatis bisa merusak lapisan zinc yang merupakan pelindung. Apabila permukaan tersebut rusak, otomatis akan terjadi korosi.

Material penyusun seng ini juga yang menyebabkan panas tidak bisa terpantul. Seng memakai bahan baku yang sifatnya konduktor, dapat menyerap panas matahari dan mengalirkan ke dalam rumah. Alhasil saat tengah panas, terik rumah bak sauna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panas ini tidak baik untuk rumah karena dapat merusak perangkat elektronik, berpengaruh pada kesegaran makanan, dan dapat memicu pemakaian listrik yang besar.

Oleh karena itu, saat ini sudah banyak inovasi produk atap logam yang lebih aman dan lebih baik daripada seng.

ADVERTISEMENT

Jenis Atap yang Lebih Baik dari Seng

1. Galvalum (Zinc Allum)

Menurut Ketua Umum Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI) Gomas Harun galvalume sering menjadi pilihan pengganti seng karena tampilannya yang mirip. Namun, bahan ini tidak mudah berkarat daripada seng. Sayangnya, kekurangan pada seng juga tetap ditemukan pada galvalum, yakni tetap membuat rumah panas.

2. Spandek

Menurut Gomas, Spandek mirip dengan galvalum. Hal ini juga dibuktikan dalam jurnal Perbandingan Penggunaan Atap Seng Dan Atap Bahan Spandek Ditinjau Dari Segi Biaya dan Kekuatan Pada Pembangunan Sd Inpres Ujung Pandang Baru yang ditulis oleh Fitriyanti dan Ismawati dari Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro (JTEKSIL), bahwa kelebihan spandek tidak jauh berbeda dengan galvalum. Pertama, materialnya tidak mudah berkarat seperti seng.

Jika dilihat dari harga per lembarnya, spandek lebih murah daripada seng, meskipun harganya tidak berbeda jauh. Lalu, jika ingin produk yang lebih indah, spandek lebih banyak pilihan warna daripada seng.

3. Insulated Panel

Gomas menyarankan untuk memakai insulated panel. Bentuk bagian atasnya mirip dengan seng, tetapi bawahnya ada pelapis lain.

"Material satu ini disebut mirip insulated itu cuman permukaanya tetap mereka lapiskan aluminium. Tapi itu sih mahal banget," kata Gomas.

Terpisah, kontraktor dari dari Rebwild Construction, Wildan, menyatakan material ini memiliki kemampuan untuk menahan panas karena ada lapisan isolator. Namun, sama seperti seng jenis atap ini masih berpotensi berkarat.

Itulah beberapa pilihan material atap pengganti seng, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads