Genteng merupakan salah satu jenis atap yang umum digunakan di rumah di Indonesia. Namun, ada anggapan bahwa genteng tidak bisa digunakan pada rumah yang dibangun di tanah rawa. Alasannya rumah bisa tenggelam atau turun ke dalam tanah karena beban dari gentengnya. Apakah benar?
Menurut Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, genteng bukan penyebab rumah turun atau tenggelam ke dalam tanah. Semua tergantung pada struktur bangunan. Asal pembangunan struktur bangunan benar, pemakaian genteng di tanah rawa tidak akan jadi masalah.
"Kalau bikin tanah turun berarti perencanaannya kurang baik karena beban genteng sudah ada. Bisa diperhitungkan untuk jadi beban mati suatu bangunan. Dengan perencanaan yang baik, bisa bisa aja. Toh ada atap yang pakai dak beton dan itu puluhan lantai, aman-aman aja," kata Wildan ketika dihubungi detikcom pada Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wildan menyatakan rumahnya berdiri dari lahan bekas rawa. Hingga saat ini tidak ada masalah bahkan sudah dibangun hingga 4 lantai. Ia menekankan kuncinya adalah pada kekuatan fondasi rumah terhadap penurunan tanah.
Lalu, cek juga kondisi tanah. Ketika membangun rumah di tanah bekas rawa atau gambut, rumah harus dibangun dengan fondasi tapak yang sebelumnya sudah dicerucuk, yakni menguatkan tanah dengan menancapkan tiang atau kayu sebagai penguat.
"Cerucuk ini salah satu opsi perbaikan tanah rawa yang murah. Kalau rawa Kalimantan biasanya pakai (kayu) dolken, fondasinya gantung (seperti rumah panggung)," jelasnya.
Terpisah, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects Albert Lim juga mengatakan pernyataan serupa. Apabila rumah dibangun dengan perhitungan yang tepat, fondasinya akan kokoh meskipun ditimpa beban besar. Menurutnya anggapan tersebut muncul ketika melihat rumah dari kayu sederhana yang tidak kuat fondasinya sehingga ketika dipakaikan genteng, rumah tampak tenggelam.
"Pakai genteng bikin bangunan turun itu hoaks. Nggak benar. Kalau struktur bangunannya sudah dipersiapkan untuk materialnya genteng, aman-aman saja," tegasnya.
(aqi/das)
