Banjir tidak hanya merusak rumah dan perabotan, tetapi juga menimbulkan bahaya kesehatan dan keselamatan bagi penghuni rumah. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak buruk saat banjir datang.
Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan adalah menyiapkan perlengkapan darurat di rumah. Ada sejumlah perlengkapan penting yang sebaiknya tersedia agar penghuni rumah tetap aman, sehat, dan siap menghadapi kondisi darurat akibat banjir.
Perlengkapan Darurat Wajib Ada di Rumah Saat Banjir
Dilansir dari situs CDC, persiapan sebelum banjir harus dilakukan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga perlindungan keselamatan. Berikut ini beberapa daftar perlengkapan darurat yang sebaiknya disiapkan di rumah, untuk mengantisipasi banjir yang datang kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Alat Pemadam Api
Alat pemadam api menjadi perlengkapan dasar yang sering diabaikan. Padahal, banjir dapat memicu korsleting listrik yang kemungkinan terburuknya juga berpotensi menimbulkan kebakaran. Setiap rumah harusnya memiliki alat pemadam api, mengetahui lokasi penyimpanannya, serta memahami cara menggunakannya dengan benar agar dapat segera bertindak dalam situasi darurat.
2. Pompa Air dengan Daya Cadangan
Untuk rumah yang memiliki sumur atau area rawan genangan, pompa air dengan daya cadangan sangat penting. CDC merekomendasikan penggunaan pompa yang tetap bisa berfungsi saat listrik padam, sehingga air banjir dapat segera dikeluarkan dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
3. Tas Perlengkapan Darurat
Membuat tas perlengkapan darurat adalah langkah penting dalam menghadapi banjir. Tas perlengkapan ini berisi kebutuhan dasar yang mungkin dibutuhkan selama dan setelah banjir, seperti perlengkapan P3K, senter, baterai cadangan, serta barang-barang penting lainnya yang mudah dibawa saat harus mengungsi.
4. Perlengkapan Darurat di Mobil
Selain di rumah, menyiapkan perlengkapan darurat di dalam mobil juga sama pentingnya. Isinya dapat berupa makanan, air minum, suar darurat, peralatan dasar, kotak P3K, alat pemadam api, hingga kantong tidur. Perlengkapan ini berguna jika terjebak banjir saat berada di perjalanan.
5. Perlengkapan Pelindung Diri
Sepatu bot karet, sepatu yang kokoh, dan sarung tangan tahan air sangat dianjurkan untuk melindungi tubuh saat harus berjalan di area yang tergenang. CDC juga menyarankan penggunaan obat pengusir serangga serta pakaian berlengan panjang untuk melindungi diri dari hama yang berkembang di genangan air pasca banjir.
6. Persediaan Makanan, Air Bersih, dan Air Aman
Menyiapkan persediaan makanan dan air bersih yang cukup untuk minum, memasak, dan kebutuhan kebersihan juga penting. Air banjir berpotensi mencemari sumber air minum, termasuk sumur dan sistem air. Karena itu, ikuti panduan setempat terkait keamanan air dan gunakan air kemasan, air rebusan, atau air yang telah diolah. Air yang terkontaminasi tidak boleh digunakan untuk memasak, mencuci peralatan makan, menyikat gigi, atau membuat susu formula bayi karena berbahaya dan bisa menimbulkan risiko penyakit.
7. Sistem Listrik yang Lebih Aman
Selain mempersiapkan perlengkapan darurat, menyiapkan komponen listrik seperti sakelar, stopkontak, dan kabel juga sama pentingnya. Sistem listrik sebaiknya diposisikan lebih tinggi. Komponen listrik dinaikkan setidaknya 12 inci di atas ketinggian banjir yang sebelumnya pernah terjadi. Langkah ini perlu dilakukan oleh teknisi listrik yang profesional untuk mengurangi risiko sengatan listrik dan kerusakan instalasi.
Banjir bisa datang dengan tiba-tiba tanpa adanya peringatan, tetapi dampaknya dapat dikurangi dengan persiapan yang tepat. Dengan perlengkapan yang lengkap dan kesiapsiagaan sejak dini, risiko bahaya saat banjir datang dapat diminimalkan secara signifikan.
(das/das)
