Akhir-akhir ini hujan turun hampir setiap hari. Beberapa kawasan yang langganan banjir, mungkin sudah tidak terhitung berapa kali rumah mereka terendam air.
Mau tidak mau, pemilik rumah harus siaga setiap hujan, antara naik ke lantai atas atau mengungsi ke tempat yang aman. Namun, apabila air naik hampir setiap minggu, pasti menguras tenaga, waktu, dan merepotkan nggak sih?
Sebenarnya ada lho cara untuk mencegah air tidak masuk ke dalam rumah sehingga saat air mulai merendam jalanan, kita yang ada di dalam rumah bisa tetap tenang. Caranya adalah dengan meninggikan lantai rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meninggikan Bangunan Ampuh Cegah Air Banjir Masuk ke Rumah?
Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan meninggikan lantai bisa jadi salah satu pilihan agar air tidak masuk ke dalam rumah. Namun, cara ini kurang cocok untuk rumah yang memiliki plafon pendek karena dengan menaikkan lantai, berarti jarak lantai ke plafon semakin kecil.
Ia memberikan gambaran, apabila ingin meninggikan lantai sekitar 1 meter, minimal jarak antara lantai dan plafon sebelumnya adalah sekitar 4,5 meter. Dengan begitu, ketika lantai ditinggikan jarak plafon masih aman.
"Kalau ditanya idealnya (tinggi plafon dari lantai), kalau di Indonesia mungkin di sekitar 2,8-3,4 meter. Kalau prinsipnya, makin tinggi plafon makin baik. Cuma kalau mau mungkin sekitar 4,5 meter, yang aman kalau mau ninggiin," kata Wildan kepada detikcom pada Selasa (20/1/2026).
Terpisah, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects Albert Lim mengatakan meninggikan lantai juga memiliki konsekuensi lain. Dengan meninggikan lantai berarti posisi pintu dan jendela ikut rendah. Ia menyarankan sebelum meninggikan lantai, pertimbangkan pula jarak ke plafon, pintu, dan jendelanya.
Ia memberikan opsi lain, yakni meletakkan karung-karung berisi pasir atau bebatuan di gerbang atau area pintu masuk. Isi karung bisa menahan air. Cara lainnya adalah dengan membuat badukan atau penghalang di muka pintu.
"Tapi kalau dikasih badukan, kalau banjirnya sudah sepinggang, sebetis, sudah nggak bisa. Itu cuma bisa semata kaki," ujar Albert.
Apabila kondisi banjir sudah parah dan cukup tinggi, mau tidak mau adalah renovasi total sehingga dari awal posisi bangunan memang sudah lebih tinggi. Albert bercerita baru-baru ini mendapatkan permintaan seperti itu untuk kliennya yang tinggal di Kelapa Gading. Rumah tersebut ditinggikan sekitar 1,3 meter dan setiap banjir rumah tersebut aman.
"Itu (meninggikan rumah 1,3 meter) didapat dari history. Jadi kita harus lihat dulu, atau kontraktor atau arsiteknya, harus menilai dulu di sana lingkungan wilayah banjir atau nggak. Kalau wilayah banjir, biasa banjir yang curah hujan paling tinggi itu naik seberapa tingginya? Baru kita tinggikan di atas itu. Jadi nggak ada patokan, harus 1,3 meter," jelasnya.
Selain mengubah tinggi bangunan, memastikan saluran air di rumah lancar juga berperan besar untuk mencegah banjir. Selokan harus sering-sering dicek dan harus segara dibersihkan apabila ada sumbatan.
Itulah penjelasan dan hal yang harus diperhatikan jika ingin meninggikan lantai rumah, semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/das)
