Memilih Kusen Aluminium atau Kayu? Simak Plus Minusnya

Memilih Kusen Aluminium atau Kayu? Simak Plus Minusnya

WIldan Alghofari - detikProperti
Sabtu, 17 Jan 2026 15:11 WIB
Memilih Kusen Aluminium atau Kayu? Simak Plus Minusnya
Ilustrasi kusen (Foto: Photo by BΓΉi HoΓ ng Long via Pexels)
Jakarta -

Kusen aluminium dan kusen kayu kerap menjadi dua pilihan utama dalam pemasangan pintu dan jendela saat membangun rumah. Keduanya sama-sama banyak digunakan, namun ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan.

Kusen tidak hanya berfungsi sebagai penyangga pintu dan kaca, tetapi juga menjadi hal penting yang menentukan kenyamanan dan tampilan bangunan. Material kusen dapat memengaruhi suhu ruangan, tingkat perawatan rumah, hingga kesan visual yang muncul dari luar maupun dalam rumah. Karena itu, memilih kusen tidak bisa dilakukan sembarangan.

Aluminium dan kayu sama-sama memiliki keunggulan yang membuatnya diminati. Aluminium dikenal praktis, kuat, dan ekonomis, sementara kayu menawarkan kesan alami dengan kemampuan isolasi yang baik. Untuk menentukan mana yang lebih cocok antara kusen aluminium dan kusen kayu, simak penjelasan berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbandingan Isolasi Panas

Dilansir dari situs Easiglaze, kusen kayu merupakan penghantar panas yang buruk sehingga mampu memberikan isolasi tambahan pada rumah. Sifat alami kayu membantu menjaga suhu ruangan tetap stabil, baik saat cuaca panas maupun dingin. Sebaliknya, kusen aluminium memiliki kemampuan isolasi yang lebih rendah karena sifatnya yang konduktif terhadap panas, sehingga berpotensi meningkatkan biaya pendinginan atau pemanasan ruangan.

Melansir Sinoextrude, kayu secara alami memiliki struktur seluler yang bisa jadi perangkap udara dan mengurangi perpindahan panas. Aluminium, meskipun kuat dan tahan lama, justru memungkinkan panas berpindah lebih cepat, yang dapat berdampak pada meningkatnya konsumsi energi rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Perawatan dan Ketahanan

Kusen aluminium dikenal lebih mudah dirawat dibandingkan kayu. Material ini tidak memerlukan pengecatan rutin dan relatif tahan lama setelah dipasang. Sementara itu, kusen kayu membutuhkan perawatan berkala seperti pengecatan atau pelapisan ulang agar tetap awet dan tidak mudah rusak.

Aluminium tahan terhadap pembusukan, perubahan bentuk, serta serangan hama. Namun, aluminium tetap berisiko mengalami kondensasi dan korosi dalam kondisi tertentu. Di sisi lain, kusen kayu memang memerlukan perawatan ekstra, tetapi jika dirawat dengan baik, daya tahannya bisa awet mencapai puluhan tahun.

Estetika Desain

Dilansir dari situs Easiglaze, kusen kayu dinilai memiliki daya tarik estetika yang lebih tinggi karena memberikan kesan hangat dan alami. Banyak orang memilih kayu karena tampilannya yang lebih nyaman dipandang dibandingkan aluminium yang cenderung terlihat industrial.

Kayu juga menawarkan fleksibilitas desain yang lebih luas karena dapat dicat atau diberi finishing sesuai selera. Sementara itu, desain aluminium lebih ramping dan modern, tetapi pilihan warna dan tampilannya lebih terbatas serta kurang memiliki nuansa organik seperti kayu.

Biaya dan Dampak Lingkungan

Kusen aluminium umumnya lebih terjangkau dibandingkan kusen kayu, sehingga cocok bagi pemilik rumah dengan anggaran terbatas. Kusen kayu cenderung lebih mahal, baik dari sisi material maupun biaya perawatan jangka panjang.

Melansir Sinoextrude, dari sisi lingkungan, kayu yang dipanen secara berkelanjutan dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan aluminium. Produksi aluminium membutuhkan energi yang besar dan memiliki dampak lingkungan yang lebih signifikan, meskipun material ini dapat didaur ulang.

Kesimpulannya, pilihan antara kusen aluminium dan kusen kayu sangat bergantung pada prioritas pemilik rumah. Jika mengutamakan biaya dan kemudahan perawatan, aluminium bisa menjadi pilihan. Namun, jika ingin mengutamakan kenyamanan termal, estetika, dan keberlanjutan lingkungan, kusen kayu layak dipertimbangkan.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads