Banyak pemilik rumah yang menjemur handuk dengan cara dikaitkan ke dinding atau gantungan baju. Cara ini dinilai lebih menghemat ruangan daripada menggunakan gantungan handuk yang ukurannya lebih besar.
Sekilas memang punya fungsi sama untuk menjemur handuk agar kering, tapi pakar menilai ada sejumlah perbedaan antara handuk dijemur dengan cara digantung dan dikaitkan ke dinding. Apa bedanya?
Pilih Jemur Handuk dengan Dikait atau Digantung?
Ilustrasi Handuk Foto: Freepik/rawpixel.com |
Pakar kebersihan sekaligus co-CEO AspenClean Alicia Sokolowski mengatakan handuk sebaiknya dijemur di gantungan khusus handuk. Sebab, handuk dapat dijemur dengan rata sehingga lebih cepat kering.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan handuk yang dijemur dengan cara dikaitkan ke dinding. Handuk tidak akan mengering dengan sempurna dan ada beberapa bagian yang masih basah. Seiring waktu handuk akan lembap dan bisa menyebabkan pertumbuhan jamur.
"Ini mendorong pengeringan pada handuk lebih cepat dan merata sekaligus mengurangi kelembapan yang tersisa," kata Alicia.
Meski begitu, Alicia menilai penting untuk memilih gantungan handuk yang tepat. Jika dalam satu rumah dihuni oleh banyak orang, maka pilih gantungan handuk yang ukurannya besar agar bisa menampung banyak handuk.
Selain itu, sesuaikan juga dengan luas area untuk menjemur di rumah. Kalau sempit, maka sebaiknya menggunakan jemuran khusus handuk yang bisa dibuka-tutup agar lebih fleksibel.
Namun kalau tinggal sendirian atau berdua, tak ada salahnya membeli gantungan handuk berukuran kecil. Sebaiknya gantungan handuk diletakkan di area terbuka dan terpapar sinar matahari agar cepat kering.
Jangan Menjemur Handuk di Kamar Mandi
Alicia menyarankan agar tidak menjemur handuk di dalam kamar mandi. Soalnya, ruangan ini sangat lembap dan handuk yang basah akan sulit kering bahkan sampai berhari-hari.
"Jika kamar mandi Anda lembap, Anda mungkin akan menyadari bahwa handuk membutuhkan waktu lebih lama untuk kering," paparnya.
Lebih lanjut, Alicia menyebut handuk yang terlalu basah dan lembap justru tidak nyaman untuk digunakan. Handuk yang sangat lembap bisa menimbulkan bau apak, pertumbuhan bakteri, dan lebih mudah rusak.
"Kelembapan berlebih dapat menyebabkan bau apak, bakteri tumbuh, jamur, dan kain handuk jadi lebih cepat rusak karena tidak ditangani dengan benar," ungkap Alicia.
Agar lebih nyaman saat dipakai, Alicia menyarankan pilih handuk dengan bahan katun atau linen karena lebih cepat kering dan tidak mudah bau. Selain itu, cuci handuk secara berkala minimal 4-5 kali setelah dipakai.
"Idealnya handuk dicuci setiap 4-5 kali pemakaian atau bahkan lebih sering lagi agar tidak kotor," pungkas Alicia.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/zlf)












































