Banyak orang melakukan perayaan di malam tahun baru. Selain makan-makan, umumnya orang-orang juga bermain petasan dan kembang api untuk memeriahkan perayaan. Namun percikan api dari petasan bisa berubah jadi ancaman serius bagi rumah jika tidak diantisipasi dengan hati-hati.
Petasan dan kembang api menghasilkan percikan api panas dan fragmen yang masih menyala saat meledak. Bahkan petasan kecil sekalipun dapat menimbulkan bara panas yang dapat memicu kebakaran bila menyentuh bahan yang mudah terbakar seperti daun kering, kayu, atau sampah.
Tak hanya itu, percikan petasan sering kali jatuh di titik-titik yang jarang diperhatikan. Sehingga dari percikan api yang jatuh, bisa memicu kebakaran tanpa disadari oleh pemilik rumah.
Berikut adalah beberapa area rumah yang sering diabaikan dan rentan terbakar, sehingga perlu dihindari ketika bermain petasan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Atap Rumah
Dilansir dari situs DT Roofing, bagian ini merupakan tempat yang sangat mudah terbakar ketika percikan api jatuh dari kembang api atau petasan. Terutama jika terdapat daun kering, ranting, atau puing. Atap yang penuh dengan daun kering juga bisa memicu kebakaran, merambat dengan cepat.
2. Gudang di Luar Rumah
Gudang sering kali menjadi tempat menumpuk karton, kayu, bahan bangunan, ataupun barang bekas. Api akan membara dalam hitungan detik jika mengenai karton ataupun kayu dalam gudang. Terlebih jika gudang berisi bahan mudah terbakar, risikonya akan jauh lebih tinggi.
3. Garasi
Banyak orang menyimpan sesuatu di garasi termasuk kendaraan, bensin, oli, sisa cat, jas hujan, bahkan mantel penutup mobil. Bagian rumah ini juga menjadi area sangat berbahaya jika terkena percikan atau bara panas dari petasan. Meski petasan tidak langsung mengenai barang-barang tersebut, bara yang jatuh ke lantai garasi tetap berisiko memicu kebakaran karena dapat menyambar bahan mudah terbakar di sekitarnya.
4. Tumpukan Barang di Sekitar Rumah
Tumpukan barang seperti kayu bakar, tumpukan kardus, dan kertas, akan mudah terbakar ketika terkena percikan panas dari petasan. Bahkan saat petasan sudah meledak seusai menyala.
5. Area Taman dan Tumpukan Sampah Daun Kering
Area rumah seperti taman yang dipenuhi sampah daun kering juga bisa picu kebakaran. Sampah ranting dan daun kering di taman bisa dengan cepat menyebar ke bangunan di sekitarnya.
Mengapa Petasan Bisa Memicu Kebakaran?
Petasan bisa menyebabkan kebakaran jika sembarangan dinyalakan dan tidak berhati-hati. Berikut ini beberapa penyebabnya.
1. Percikan Panas Jatuh ke Bahan Mudah Terbakar
Percikan api dari petasan bisa jatuh ke dedaunan kering, ranting, atau material organik di atap dan talang air, lalu memicu api dalam waktu singkat.
2. Bara Panas Terbawa Angin
Sisa bara petasan dapat terbawa angin dan tanpa disadari menyentuh permukaan rumah, gudang, garasi, atau struktur lain di sekitarnya.
3.Sisa Percikan Masih Menyala Setelah Meledak
Meski petasan sudah meledak, sisa percikan atau bara panasnya bisa tetap menyala dan jatuh ke sela-sela barang atau material bangunan, lalu memicu kebakaran beberapa menit kemudian.
4. Petasan Meluncur Tidak Terarah
Petasan yang menyala tidak stabil bisa terpental atau meluncur ke area rumah dan mengenai bagian bangunan yang mudah terbakar.
Tips Antisipasi
Untuk mengantisipasi kebakaran akibat bermain petasan, pastikan petasan dinyalakan di area terbuka yang jauh dari rumah, kendaraan, pohon kering, dan bahan mudah terbakar. Hindari menyalakannya di teras rumah atau saat angin kencang. Selalu sediakan alat pemadam darurat seperti ember berisi air ataupun selang air, dan pastikan sisa petasan disiram air agar tidak meninggalkan bara api.
Anak-anak juga sebaiknya tidak diberi izin bermain petasan dengan volume yang besar. Jika mereka bermain, pastikan tetap dalam pengawasan dengan petunjuk penggunaan yang harus dipatuhi. Petasan tidak boleh dimodifikasi atau dinyalakan bersamaan, serta gunakan alas kaki untuk melindungi diri dari percikan api.
Dengan menghindari titik rawan dan menerapkan langkah di atas, bermain petasan di malam tahun baru tetap aman dari risiko kebakaran. Semoga bermanfaat!
(das/das)











































