Meninggalkan rumah untuk liburan di tengah musim hujan, sering kali menimbulkan rasa khawatir. Hujan deras selalu datang dan nggak bisa diprediksi. Tanpa persiapan yang tepat, rumah kosong karena ditinggal liburan bisa jadi sasaran kebocoran, genangan air, hingga kerusakan serius yang bikin repot.
Hujan yang turun berjam-jam bisa menyebabkan atap bocor, air masuk ke dalam rumah, dan memicu jamur karena lembap. Masalah ini sering makin parah karena rumah sedang kosong sehingga ketika terjadi masalah, tidak ada yang langsung menangani.
Banyak kerusakan rumah saat musim hujan justru terjadi ketika pemilik tidak berada di rumah. Karena itu, langkah antisipasi sebelum berangkat liburan menjadi hal penting agar rumah tetap aman, kering, dan tidak menimbulkan masalah besar saat rumah dihuni kembali.
Melansir situs American Home Shield, Selasa (23/12/2025), ada beberapa langkah yang bisa disiapkan untuk mencegah kerusakan rumah saat musim hujan, terutama ketika rumah ditinggal liburan.
Perawatan Atap dan Talang Sebelum Berpergian
Atap merupakan benteng pertama rumah dari hujan, sehingga kondisinya harus benar-benar optimal sebelum Anda meninggalkan rumah. Periksa apakah ada genteng yang hilang, retak, atau melengkung, lalu segera lakukan perbaikan agar air tidak mudah merembes masuk.
Selain itu, bersihkan daun dan ranting yang menumpuk di atap serta talang air karena sumbatan dapat membuat air meluap dan merusak bangunan. Jika rumah dikelilingi pepohonan, memasang pelindung talang dapat membantu menjaga aliran air tetap lancar saat hujan deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penataan Lanskap dan Sistem Drainase
Air hujan seharusnya mengalir menjauh dari rumah, bukan justru menggenang di sekitarnya. Pastikan tanah di sekitar pondasi memiliki kemiringan yang mengarah keluar agar air tidak terkumpul di dekat bangunan.
Saluran pembuangan air di halaman juga perlu dibersihkan secara rutin dari kotoran dan daun kering agar tidak tersumbat. Bila area rumah sering tergenang, pertimbangkan pemasangan drainase tambahan atau sumur resapan sebagai solusi tambahan.
Pondasi dan Lapisan Kedap Air
Retakan kecil pada pondasi sering terlihat sepele, padahal bisa menjadi masalah besar saat musim hujan. Oleh karena itu, tutup setiap retakan dengan bahan kedap air agar air tidak merembes masuk.
Dinding dan lantai sebaiknya dilapisi cat anti air untuk perlindungan ekstra. Khusus daerah rawan banjir, penggunaan ventilasi perlindungan banjir dapat membantu mengurangi tekanan air pada struktur rumah.
Jendela dan Pintu, Celah Kecil yang Berbahaya
Air hujan dapat masuk melalui celah-celah kecil yang nyaris tak terlihat di sekitar pintu dan jendela. Periksa kondisi karet perapat dan segera ganti jika sudah getas atau rusak. Pastikan kusen terpasang rapat tanpa ada celah terbuka yang memungkinkan air masuk. Jika memungkinkan, penggunaan jenis jendela dan pintu tahan badai dapat memberikan perlindungan tambahan saat cuaca ekstrem.
Pompa Air dan Sistem Cadangan
Bagi rumah yang berada di area rawan banjir, pompa air merupakan komponen yang sangat krusial. Pastikan pompa diuji dan berfungsi dengan baik sebelum musim hujan tiba. Untuk mengantisipasi pemadaman listrik saat rumah dihuni kembali setelah liburan, sebaiknya pasang pompa cadangan bertenaga baterai agar tetap bekerja saat dibutuhkan.
Kendalikan Kelembapan di Dalam Rumah
Meskipun bagian luar rumah sudah terlindungi, kelembapan tetap bisa masuk ke dalam ruangan. Penggunaan dehumidifier di area lembap seperti kamar mandi dan dapur, dapat membantu menjaga kondisi udara tetap kering.
Usahakan kelembapan ruangan berada di bawah 50 persen agar jamur tidak mudah tumbuh. Selain itu, pastikan ventilasi di loteng berfungsi dengan baik. Gunakan sistem deteksi kebocoran pintar yang dapat mengirim peringatan ke ponsel jika terjadi kelembapan berlebih.
Perencanaan Darurat Sebelum Musim Hujan
Persiapan darurat tidak kalah penting, terutama jika rumah akan ditinggal liburan. Kenali risiko banjir di lingkungan tempat tinggal agar dapat mengantisipasi potensi bahaya. Selain itu, pahami lokasi dan cara mematikan aliran air, gas, serta listrik jika terjadi keadaan darurat. Lengkapi rumah dengan perlengkapan darurat seperti senter, baterai cadangan, air minum, kotak P3K, dan makanan instan yang tahan lama untuk berjaga-jaga.
Setiap rumah memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda sesuai lokasi dan jenis bangunan. Namun, langkah-langkah di atas merupakan perawatan dasar agar rumah tetap aman saat ditinggal liburan di musim hujan. Dengan persiapan yang tepat, rumah tetap nyaman dan terhindar dari masalah. Semoga bermanfaat!
(zlf/zlf)











































