4 Jenis Pekerjaan yang KPR-nya Lebih Sulit Disetujui Bank

4 Jenis Pekerjaan yang KPR-nya Lebih Sulit Disetujui Bank

Danang Sugianto - detikProperti
Rabu, 09 Sep 2026 09:16 WIB
Ilustrasi KPR
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk membeli rumah dengan cara mencicil. Namun, pengajuan KPR tidak serta-merta disetujui bank.

Bank akan menilai kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan sebelum memberikan fasilitas KPR. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah pekerjaan dan sumber penghasilan calon nasabah.

Memiliki penghasilan setiap bulan belum tentu membuat seseorang otomatis dianggap mampu mencicil KPR. Sebab, bank juga perlu memastikan penghasilan tersebut cukup dan dapat dibuktikan serta calon debitur memiliki kemampuan membayar cicilan hingga tenor berakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain melihat jenis pekerjaan, bank umumnya akan memeriksa dokumen seperti slip gaji atau riwayat transaksi rekening. Hal ini penting karena orang dengan profesi yang sama belum tentu memiliki penghasilan yang sama.

Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, profesi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengajuan KPR diterima atau ditolak. Kemampuan membayar justru menjadi salah satu pertimbangan utama bank.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, slip gaji dapat menjadi salah satu tolok ukur bagi bank untuk melihat kemampuan bayar calon nasabah.

Meski begitu, ada sejumlah jenis pekerjaan yang dinilai memiliki tantangan lebih besar ketika mengajukan KPR karena karakter penghasilannya. Berikut di antaranya:

1. Pekerja Informal

Pekerja informal biasanya tidak memiliki slip gaji tetap, kontrak kerja, atau dokumen penghasilan seperti yang dimiliki karyawan perusahaan.

Contohnya antara lain pedagang kecil, tukang cukur, hingga pengemudi ojek. Karena pemasukan mereka tidak selalu tercatat dalam bentuk slip gaji, bank membutuhkan dokumen lain untuk memastikan kemampuan pembayaran calon debitur.

Namun, pekerja informal bukan berarti tidak bisa mendapatkan KPR. Sejumlah bank telah menyediakan skema pembiayaan yang dapat diakses pekerja informal.

Salah satu caranya adalah menyiapkan bukti pemasukan, misalnya melalui rekening koran atau mutasi rekening selama beberapa bulan terakhir. Dokumen tersebut dapat membantu bank melihat pola dan besaran penghasilan calon debitur.

2. Pekerjaan Berisiko Tinggi

Pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi juga dapat menjadi perhatian bank. Pasalnya, risiko kecelakaan atau meninggal dunia yang lebih besar dapat memengaruhi kemampuan pembayaran cicilan apabila terjadi sesuatu kepada debitur.

Arianto menyebut beberapa pekerjaan yang termasuk kategori tersebut, seperti penambang, petugas pemadam kebakaran, dan pelaut.

"Pekerjaan risiko tinggi di antaranya penambang, petugas damkar (pemadam kebakaran), pelaut, dan lain-lain," ujarnya.

Meski demikian, calon debitur dengan pekerjaan berisiko tinggi tetap memiliki peluang mendapatkan KPR. Salah satu perlindungan yang dapat digunakan adalah asuransi yang menanggung sisa kewajiban kredit apabila debitur meninggal dunia sesuai ketentuan polis.

Alternatif lainnya adalah memilih tenor yang lebih pendek. Namun, konsekuensinya cicilan bulanan akan menjadi lebih besar.

Arianto mengatakan calon debitur juga perlu menunjukkan itikad baik dalam memenuhi persyaratan pembiayaan.

"Namun, calon debiturnya sendiri harus mampu menunjukkan itikad baik dalam berbisnis, di antaranya tidak memiliki riwayat kredit (kartu kredit, pembiayaan konsumtif lain atau pembiayaan komersial) yang buruk, mampu memenuhi persyaratan dokumen yang lengkap dan memastikan kemampuan keuangan yang memadai untuk memperoleh fasilitas pembiayaan," jelasnya.

3. Pekerja Lepas atau Freelance

Pekerja lepas atau freelancer kini semakin banyak ditemukan. Salah satu daya tariknya adalah fleksibilitas waktu dan kesempatan memperoleh penghasilan dari berbagai proyek.

Namun, penghasilan freelancer bisa naik turun setiap bulan. Kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan bank ketika menilai kemampuan calon debitur.

Bukan berarti freelancer tidak dapat mengajukan KPR. Selama memiliki penghasilan yang memadai dan dapat menunjukkan bukti pemasukan secara jelas, peluang mendapatkan pembiayaan tetap terbuka.

Bank dapat melihat rata-rata penghasilan serta riwayat transaksi untuk menilai kemampuan calon nasabah dalam membayar cicilan.

4. Wiraswasta

Wiraswasta juga memiliki tantangan tersendiri ketika mengajukan KPR. Berbeda dengan karyawan yang menerima gaji rutin, penghasilan pengusaha sangat bergantung pada kondisi bisnis yang dijalankan.

Bisnis yang omzetnya naik turun atau bahkan mengalami kerugian dapat membuat kemampuan membayar cicilan menjadi kurang meyakinkan di mata bank.

Karena itu, pemilik usaha perlu menjaga kondisi bisnis tetap sehat dan memiliki arus pemasukan yang jelas. Bukti transaksi dan dokumen usaha juga dapat membantu bank menilai kemampuan finansial calon debitur.

Pada akhirnya, tidak ada jenis pekerjaan tertentu yang secara otomatis membuat pengajuan KPR pasti ditolak. Faktor yang paling penting adalah kemampuan membayar, kestabilan serta bukti penghasilan, kelengkapan dokumen, dan riwayat kredit calon debitur.

Karena itu, pekerja informal, freelancer, wiraswasta, maupun pekerja dengan risiko tinggi tetap memiliki peluang mendapatkan KPR selama mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan bank.

(das/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads