Membeli rumah tua untuk dibongkar dan dibangun ulang menjadi salah satu opsi yang banyak dipertimbangkan calon pemilik properti. Selain faktor harga yang relatif lebih terjangkau, cara ini juga menawarkan pemanfaatan lahan. Namun membeli rumah tua untuk dibangun kembali juga ada hal yang perlu dipikirkan sejak awal.
Dalam praktik jual beli properti, rumah tidak selalu dibeli untuk langsung dihuni. Ada skema tertentu yang justru menjadikan bangunan lama sebagai objek pembongkaran, demi mendapatkan lahan bersih untuk pembangunan bangunan baru. Skema ini dikenal dengan istilah beli bongkar rumah tua.
Kontraktor Rebwild Construction, Wildan menyebut bahwa konsep beli bongkar rumah tua sangat bergantung pada kebutuhan pembeli. Pembeli harus memikirkan dengan matang terkait pemanfaatan lahan, anggaran, hingga rencana pembangunan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wildan menjelaskan bahwa tren pembelian rumah tua kini lebih banyak didorong oleh kebutuhan lahan dibandingkan fungsi hunian. Pertimbangan seperti lokasi strategis dan kecocokan anggaran menjadi alasan utama pembeli memilih rumah tua, jadi bukan karena kondisi bangunannya.
"Untuk beli rumah tua sebetulnya dilihat dari kebutuhan pembeli, bisa jadi pembeli cocok dengan lahannya, atau bisa jadi budget yang sesuai dengan rumah tuanya," ujarnya saat dihubungi detikProperti beberapa hari yang lalu.
Skema beli bongkar rumah tua berbeda dengan pembelian rumah siap huni. Rumah lama memang sengaja dibongkar sebagai bagian dari jasa, agar saat pembeli yang ingin membangun kembali lahan sudah bersih dan siap digunakan tanpa sisa bangunan lama.
Keunggulan Beli-Bongkar Rumah Tua
Menurut Wildan, praktik bongkar rumah tua tidak hanya menguntungkan pembeli lahan, tetapi juga pihak pekerja bongkaran. Material bangunan lama yang masih memiliki nilai ekonomi cukup tinggi bisa digunakan kembali.
"Kalau dari sisi pekerja, beli bongkar rumah tua itu untuk diambil isi materialnya, misal kusen, pintu, lantai, sanitary, paling utama kayu dan puingnya," ucapnya.
Selain material, nilai jual rumah tua juga sering kali menjadi daya tarik tersendiri. Wildan menilai harga yang lebih miring kerap menjadi alasan utama seseorang memilih rumah tua untuk dibongkar.
"Rumah tua relatif terjangkau dan kadang ada saja orang yang istilahnya 'butuh duit' jadi harga jualnya relatif miring. Tapi juga perlu memperhatikan faktor lingkungan dan kemudahan akses ke lokasi," katanya.
Peruntukan dan Skema Pembiayaan
Setelah rumah tua diratakan, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis bangunan tanpa batasan fungsi. Namun perlu diperhatikan juga terkait peruntukan bangunan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Perencanaan harus dilakukan secara matang dan sesuai kebutuhan.
Praktik beli bongkar rumah tua sendiri kini tak hanya dilakukan oleh investor atau kontraktor. Kebanyakan rumah tua dibeli untuk lahannya dibangun bangunan gudang ataupun ruko. Namun saat ini telah meluas ke perorangan, dengan peruntukan dibangun hunian baru.
Dari sisi pembiayaan Wildan menegaskan, bahwa biaya pembongkaran merupakan biaya tersendiri yang dibayarkan di luar harga pembelian rumah maupun rencana pembangunan baru. Artinya, setelah rumah tua dibongkar hingga lahan bersih, pembeli masih perlu menyiapkan anggaran terpisah untuk proses pembangunan kembali sesuai kebutuhan.
Hal yang Perlu Diperhatikan agar Pembeli Tidak Alami Kerugian
Wildan menyatakan pembongkaran rumah tua di kawasan padat penduduk tidak bisa dilakukan sembarangan. Koordinasi dengan lingkungan sekitar menjadi langkah wajib untuk meminimalkan konflik.
"Untuk pembongkaran sudah pasti mengganggu. Maka dari itu biasanya sebelum memulai pekerjaan ada koordinasi dengan RT/RW setempat dan bisanya ada biaya ganti rugi kebisingan yang diberikan oleh pihak yang membongkar," ujarnya.
Selain itu, rumah tua yang dijual umumnya sudah lama ditinggalkan pemiliknya sehingga banyak bagian bangunan yang rapuh dan berisiko membahayakan. Misalnya ada rumah tua yang tidak terawat hingga ditumbuhi semak belukar, sehingga proses pengecekan dan pembongkarannya perlu menggunakan jasa profesional.
"Kalau terkait lingkungan, rumah tua itu berbahaya yang ada ilalangnya tinggi. Biasanya ada hewan melata," pungkasnya.
Dalam membeli rumah tua untuk dibongkar dan dibangun ulang, pembeli perlu memperhitungkan kesiapan biaya serta kondisi lingkungan sekitar. Termasuk akses jalan, lokasi, dan faktor kawasan yang dapat mempengaruhi kenyamanan serta nilai properti.
Untuk meminimalkan risiko kerugian dan kendala di kemudian hari. Pembeli disarankan melakukan inspeksi bangunan dan legalitas secara menyeluruh dengan bantuan tenaga profesional sebelum mengambil keputusan.
(zlf/zlf)










































