×
Ad

Tren Desain Lantai yang Nggak Disaranin Desainer, Nomor 2 Sering Dipakai

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Minggu, 11 Okt 2026 16:08 WIB
Ilustrasi lantai rumah. Foto: Getty Images/NelleG
Jakarta -

Pemilihan material dan desain lantai perlu pertimbangan. Kalau salah, justru bisa bikin tampilan rumah jadi kurang ciamik.

Ada beberapa tren desain lantai yang tidak disarankan oleh para desainer interior. Pun kalau masih ingin menggunakan desain tersebut, ada trik yang bisa dipakai.

Apa saja itu? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

1. Lantai Herringbone

Motif herringbone. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alberto Masnovo

Desain lantai ini sering sekali ditemukan di rumah-rumah. Tapi motif ini mulai sering diterapkan secara keliru.

"Sering kali, saya melihat pola herringbone dipasang dengan skala dan sentuhan akhir yang tidak selaras dengan ruangan tempatnya berada. Beberapa di antaranya berukuran begitu besar hingga mendominasi seluruh ruangan. Terutama dengan sentuhan akhir yang kontras tinggi, pola ini bisa membuat mata lelah dan mengalihkan perhatian ke berbagai arah, menciptakan tampilan yang memusingkan serta merusak nuansa ruangan secara keseluruhan," kata desainer Tracy Mowschenson, dikutip dari The Spruce.

Walau demikian, kalau ingin tetap menggunakan motif ini, bisa perhatikan kesesuaian skala dan sentuhan akhir dengan desain ruangan secara menyeluruh.

2. Keramik Seperti Marmer

Lantai rumah menyerupai marmer. Foto: Lantai rumah

Lantai marmer memang bisa membuat tampilan hunian terlihat mewah dan elegan. Tapi harganya yang mahal membuat orang mengakalinya dengan material yang mudah didapat.

"Demi meniru karakteristik dan tampilan istimewa yang selalu dihadirkan oleh marmer asli, material batu buatan seperti porselen kerap digunakan sebagai lantai, namun hasilnya ternyata tidak memuaskan," ujar desainer Lauren Covino-Smith.

Ia juga menilai polanya yang repetitif bisa bikin tampilan rumah kurang berkelas, minim variasi, dan tidak autentik.

Kalau anggaran tidak cukup untuk beli lantai marmer, bisa pakai material batu travertine. Ini adalah alternatif alami yang sangat baik karena tampilannya justru semakin indah seiring waktu dan lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

3. Porselen Motif Kayu

Lantai kayu memang masih menjadi primadona, namun perawatannya yang perlu dilakukan rutin agar tidak lapuk dan bebas rayap membuat orang mencari cara untuk alternatifnya yaitu lantai porselen motif kayu.

Menurut desainer Andrew Suvalsky, ubin porselen bermotif kayu tidak lagi bisa mengelabui siapa pun. Popularitasnya kini mulai meredup karena orang-orang mulai menyadari bahwa sebaiknya porselen tetaplah porselen, dan kayu tetaplah kayu.

"Jenis ini kehilangan kedalaman dan kehangatan alami kayu asli, dan justru hanya menawarkan tiruan buatan," katanya.

4. Ubin Porselen Format Besar

Memilih ubin porselen format besar memang tampak menarik karena lebih mudah (dan karenanya lebih murah) untuk dipasang. Tetapi Mowschenson mengatakan bahwa popularitasnya telah mencapai puncaknya dan sekarang terasa berlebihan.

"Orang-orang berpikir mereka membuat pernyataan dengan ubin ini, tetapi ketika lantai yang mencolok (baik secara visual maupun akustik) adalah hal pertama yang Anda perhatikan saat memasuki ruangan, itu terlalu berlebihan dan tidak akan memungkinkan mata atau tubuh Anda untuk rileks dan merasa nyaman," tuturnya.

Itulah beberapa desain lantai yang tidak disarankan oleh desainer interior.




(abr/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork