Nabi Muhammad SAW tinggal di rumah yang sangat sederhana. Tak hanya dari segi bangunan, isi rumahnya pun tak banyak perabot, bahkan tidak mewah.
Seperti apa ya interior rumah Rasulullah SAW? Berikut ini ulasannya.
Alas Tidur Berupa Tikar
Dilansir dari detikHikmah yang mengutip Ibnu Jauzi dalam Al-Wafa, Anas RA bercerita Nabi Muhammad SAW pernah tiduran hanya beralaskan tikar dan menggunakan selimut. Lalu, bantal untuk penyangga kepala terbuat dari kulit berisi serabut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Umar bin Khattab RA masuk ke kamar Rasulullah SAW. Ia pun melihat punggung Nabi terakhir itu saat pakaiannya tersingkap. Punggung Nabi SAW terdapat bekas-bekas alas tidurnya yang terlalu keras. Sontak, Umar bin Khattab RA menangis melihat bekas pada punggung Rasulullah SAW.
Nabi SAW pun menanyakan alasan Umar bin Khattab RA menangis. Jawabannya, "Demi Allah, saya menangis setelah mengetahui bahwa engkau lebih mulia dari raja-raja dan kaisar. Mereka hidup sesuai dengan kemauannya di dunia (mewah dan kaya),"
"Sementara engkau adalah Rasulullah SAW (utusan Allah). Seperti yang saya lihat, engkau tidur di tempat yang seperti ini (sangat sederhana)," lanjut Umar bin Khattab.
Rasulullah SAW bertanya lagi, "Bukankah kamu suka kalau mereka mendapat kesenangan dunia sementara kita mendapat kesenangan akhirat?"
Umar bin Khattab menjawab lagi, "Tentu, wahai rasul."
"Memang demikianlah adanya," kata Rasulullah SAW. (HR Ahmad)
Kursi dari Serabut
Nabi Muhammad SAW mempunyai kursi yang sederhana, bahannya terbuat dari serabut. Abu Rifa'ah pernah bercerita soal kursi di rumah Rasulullah SAW.
"Saya mendatangi Rasulullah SAW, beliau duduk di atas kursi yang terbuat dari serabut, yang kakinya terbuat dari besi."
Karpet Kulit yang Usang
Selain itu, Rasulullah SAW memiliki karpet yang terbuat dari kulit yang diisi serabut. Namun, karpet itu sudah usang.
Seorang kaum Anshar pun sampai memberikan permadani berisi wol kepada Nabi SAW setelah melihat karpet tersebut. Akan tetapi, Rasulullah SAW menolak pemberian permadani itu dan meminta Aisyah RA untuk mengembalikannya.
"Wahai Aisyah, demi Allah, kalau aku mau, niscaya Allah akan memberikan gunung emas dan gunung perak kepadaku." Aisyah pun mengembalikan permadani tersebut. (HR Al Baihaqi)
Itulah perabotan yang ada di rumah Nabi Muhammad SAW.
(dhw/das)
