Warna cat tidak hanya merefleksikan atmosfer yang diinginkan dari sebuah ruangan, tapi juga bisa memengaruhi mood penghuni rumah. Hal ini jadi salah satu elemen yang paling menentukan dalam sebuah hunian.
Hal itu juga menjelaskan alasan kaum introvert dan ekstrovert menyukai warna-warna yang sangat berbeda.
"Kepribadian kita dapat memengaruhi warna-warna yang secara alami menarik minat kita, sehingga warna yang kita pilih bisa menjadi cerminan jati diri kita. Gaya hidup kita kemudian memengaruhi pemilihan warna untuk ruang tertentu, bergantung pada aktivitas yang kita lakukan di sana serta bagaimana kita ingin berpikir, merasa, dan bersikap," kata pakar psikologi warna dan desain perilaku, Karen Haller, dikutip dari Livingetc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak yang beranggapan bahwa seorang introvert lebih tertarik pada warna-warna yang merangsang dunia batin dan menenangkan indra, sementara seorang ekstrovert memilih warna-warna yang menghadirkan sosial dan membangun koneksi. Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu.
"Menjadi seorang introvert atau ekstrovert tidak secara otomatis menentukan warna-warna yang akan menarik minat Anda. Introversi dan ekstroversi hanyalah aspek dari kepribadian kita, dan banyak dari kita memiliki perpaduan dari kedua kecenderungan tersebut, sehingga hal-hal ini tidak dapat menentukan palet warna yang pasti," kata Karen.
Menurut ahli warna Charlotte Cropper, penghuni rumah bisa bertanya kepada diri sendiri sebelum menentukan warna cat yang diinginkan. Misalnya, bagaimana rumah ini akan digunakan? Mau jadi tempat beristirahat atau sering jadi tempat kumpul keluarga? Dan lainnya. Mendefinisikan diri sebagai 'introvert' maupun ekstrovert' hanya membantu diri memilih warna yang pas, bukan serta merta pilihan yang saklek.
Warna yang Biasanya Cocok untuk Introvert
Ingat, pemilihan warna yang tepat selalu bergantung pada suasana ruangan yang diinginkan, siapa yang menggunakannya, dan fungsi ruangan tersebut. Skema warna netral dan palet warna alami tersebut sangat masuk akal untuk menciptakan suasana interior yang lebih tenang, sesuatu yang memang lazim diharapkan oleh seorang introvert.
"Kaum introvert umumnya cenderung menciptakan hunian yang terasa menenangkan dan memulihkan energi, sehingga warna-warna yang mencerminkan suasana tersebut sering kali lebih lembut dan kalem," tutur Charlotte.
Beberapa contoh warnanya adalah warna putih, hijau, biru, dan merah muda.
Warna yang Biasanya Cocok untuk Ekstrovert
Untuk rumah yang biasanya dipakai untuk berkumpul, bisa menggunakan warna yang lebih kaya untuk menciptakan suasana yang khas. Misalnya, warna-warna yang pekat atau cerah seperti merah tua kecokelatan, pink, jingga, teal, bisa juga warna biru, dan turquoise.
Apakah Introvert dan Extrovert Selalu Pilih Warna yang Bertolak Belakang?
Tidak juga. Apakah seseorang cenderung introvert atau ekstrovert tidak serta-merta menentukan pilihan warna mana yang mereka inginkan karena hal itu tergantung pada kepribadian secara keseluruhan dan kebutuhan akan ruang tersebut.
"Kaum introvert tidak selalu cenderung memilih warna lembut dengan saturasi rendah, begitu pula kaum ekstrovert tidak selalu memilih warna cerah dengan saturasi tinggi," kata Karen.
Jadi, daripada beranggapan bahwa ada warna-warna khusus bagi kaum introvert atau ekstrovert, kuncinya terletak pada penciptaan pengalaman yang tepat bagi individu tersebut.
