Bagian loteng di rumah umumnya digunakan sebagai ruang penyimpanan tambahan. Tapi, ruangan itu bisa juga lho diubah menjadi kamar tidur yang nyaman.
Perlu dicatat, mengubah loteng menjadi kamar tidur bukan sekadar memindahkan furniture saja. Ada sejumlah hal penting yang harus diperhatikan agar kamar terasa semakin nyaman.
Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat ingin mengubah loteng menjadi kamar tidur dilansir dari House & Gardens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tentukan Fungsi Sejak Awal
Sebelum mulai renovasi, penting untuk menentukan terlebih dahulu tujuan utama penggunaan ruang loteng, apakah akan dijadikan kamar tidur tamu, kamar utama, atau ruang istirahat pribadi. Penentuan fungsi ini menjadi dasar dalam merancang keseluruhan konsep ruang agar lebih terarah. Dengan tujuan yang jelas, penataan desain, pencahayaan, hingga kebutuhan penyimpanan dapat disesuaikan secara optimal.
2. Perhatikan Tinggi Plafon
Kamar tidur di loteng sangat bergantung pada tinggi ruang. Jangan sampai penghuni merasa sempit atau sulit bergerak.
Desainer Melissa Hutley menjelaskan bahwa tinggi langit-langit sangatlah penting. Perlu perencanaan secara tepat mengenai seberapa banyak ruang vertikal yang dapat digunakan. Idealnya, area tempat tidur ditempatkan di bagian dengan ruang kepala yang cukup agar nyaman saat bangun dan bergerak.
3. Pencahayaan
Loteng sering kekurangan cahaya, jadi pencahayaan alami harus dimaksimalkan. Apabila loteng tidak memiliki ventilasi, pertimbangkan untuk membuat jendela sebagai jalur sirkulasi udara dan pencahayaan.
"Jendela atap dapat membanjiri ruangan dengan cahaya alami dan secara dramatis mengubah suasana," ujar Rising Star House & Garden, Marsha Abegg, dikutip dari House & Garden.
Selain itu, pencahayaan buatan berlapis seperti lampu dinding dan lampu meja juga penting untuk menciptakan suasana hangat.
4. Pastikan Kedap Suara
Karena berada di bagian atas rumah, loteng sering kurang isolasi suara. Menggunakan karpet tebal atau material peredam bisa membantu. Ini penting agar aktivitas di kamar tidak mengganggu penghuni di bawah, dan sebaliknya.
5. Pilih Wallpaper dan Warna yang Pas
Dinding miring membuat pemilihan motif jadi lebih tricky. Desainer Henriette von Stockhausen menjelaskan agar dalam pemilihan warna cat dan wallpaper sebaiknya menggunakan warna netral dan polos.
Gunakan warna senada atau komplementer untuk menciptakan kesan luas dan menyatu. Hindari kontras tajam seperti plafon putih terang.
"Pastikan Anda tidak memilih pola yang terlalu besar, karena tidak akan cocok dengan sudut-sudut," ujarnya.
6. Manfaatkan Sudut untuk Penyimpanan
Sudut-sudut loteng yang terlihat sulit dimanfaatkan sebenarnya bisa jadi tempat penyimpanan yang praktis. Area di bawah atap bisa diubah jadi solusi agar ruangan lebih rapi dan tetap fungsional. Penghuni rumah bisa menambahkan lemari built-in, laci tarik, atau rak tersembunyi supaya barang-barang tersimpan dengan lebih terorganisir.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengubah loteng menjadi kamar tidur. Perhatikan fungsi, pencahayaan, serta proporsi ruang agar loteng bisa menjadi kamar tidur yang nyaman.
(abr/dhw)











































