Kamar tidur merupakan ruangan yang harus dibuat senyaman mungkin. Cara ini dilakukan agar tidur jauh lebih nyenyak sekaligus tempat yang tenang untuk bersantai seharian.
Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat kamar tidur terasa tidak nyaman untuk ditempati. Bukan masalah kasur yang kurang empuk atau ruangan sempit, tapi terkadang dipicu oleh satu hal sepele, yakni pencahayaan.
"Jika kamar tidur kurang terasa nyaman, pencahayaan hampir selalu menjadi masalah terbesar," kata pakar interior Liz Potarazu, dikutip dari Better Homes & Gardens, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa pencahayaan di kamar tidur sangat penting? Soalnya cahaya dapat memengaruhi biologi tubuh serta ritme sirkadian, yaitu jam alami tubuh yang mengatur siklus bangun-tidur, sehingga secara langsung dapat mengganggu kualitas tidur di malam hari.
"Pencahayaan terang di malam hari dapat menandakan kewaspadaan, sementara pencahayaan ambient atau lebih lembut dapat memberikan relaksasi," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan desainer interior Cathleen Gruver. Ia menyebut cahaya di kamar tidur dapat menjaga otak dalam kondisi waspada, sehingga sulit untuk beristirahat dengan tenang.
"Kamar tidur seharusnya mendukung tubuh untuk istirahat, bukan waspada. Pencahayaan seringkali menjadi penyebab utama ketika suatu ruangan terasa 'tidak nyaman', tetapi pemilik rumah tidak menyadari hal itu," ungkap Gruver.
Cara Mengatasi Pencahayaan di Kamar Tidur
Desainer interior profesional Ellie Stein menyarankan agar menggunakan pencahayaan yang hangat dan redup. Ia menyarankan lampu putih hangat 2700 Kelvin untuk penerangan kamar tidur.
"Cara ini akan memungkinkan Anda untuk mengatur suasana dan mengubah ruangan dari terang dan merangsang menjadi lembut serta menenangkan," papar Stein.
Potarazu menambahkan, jendela di kamar tidur juga harus ditutup agar bisa mengatur pencahayaan yang masuk di kamar tidur. Saat pagi dan siang cahaya bisa masuk ke dalam kamar supaya lebih cerah, sedangkan malam hari lebih tertutup untuk menangkal cahaya lampu dari luar.
"Penutup jendela dapat membantu mengatur paparan cahaya, sehingga menghadirkan cahaya siang di pagi hari dan membuat ruangan benar-benar gelap di malam hari," imbuh Potarazu.
Itulah hal sepele yang ternyata membuat kamar tidur jadi terasa kurang nyaman. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)











































