Seiring perkembangan teknologi, banyak rumah modern yang kini menggunakan pintu digital atau disebut smart door lock. Pintu ini dapat diakses menggunakan sidik jari, PIN, atau kartu RFID yang terdaftar.
Selain lebih canggih daripada pintu konvensional yang menggunakan kunci putar, pintu digital juga disebut lebih aman sehingga hunian tak mudah dibobol maling. Sebab, akses masuknya hanya menggunakan sidik jari atau PIN saja.
Meski begitu, beberapa pakar menyebut penggunaan smart door lock justru tidak menjamin rumah 100 persen aman dari maling. Kenapa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DeanJean Phng selaku manajer Vincent Locksmith menyarankan untuk tidak menggunakan pintu digital pada pintu rumah. Sebab, pintu ini terhubung ke internet dan smart phone yang berisiko bisa diretas, sehingga maling dapat membuka pintu tanpa harus merusaknya.
"Dari perspektif keamanan, kami tidak merekomendasikan kunci pintu digital," kata DeanJean dikutip dari The Strait Times, Kamis (2/4/2026).
Meski begitu, belum ada kasus peretasan yang terjadi pada smart door lock sampai sekarang. Jadi, kemungkinan besar yang diretas adalah smart phone pemilik rumah yang terhubung ke pintu digital.
"Saya tidak mengetahui adanya peretasan terhadap pintu digital. Namun, secara teori smart door lock dapat diretas tapi membutuhkan tingkat keterampilan dan keahlian yang tinggi untuk melakukan serangan semacam itu," kata Andrew Wee, pendiri Nexus Locksmiths.
Hal senada juga disampaikan Ricky Ang, pendiri distributor smart door lock AN Digital Lock. Ia mengaku belum pernah menemukan ada kasus peretasan terhadap pintu digital, tapi Ricky menyarankan untuk tetap berhati-hati karena maling punya banyak akal untuk membobol hunian.
"Namun pemilik rumah juga perlu berhati-hati, jika kunci pintu digital Anda dilengkapi dengan kartu RFID, jangan sampai hilang atau nomor serinya diungkap ke publik karena kartu tersebut dapat diduplikat, sehingga maling bisa membobol rumah," terang Ricky.
Menurutnya, satu-satunya cara maling agar bisa masuk ke dalam rumah adalah dengan memutus arus listrik pada smart door lock. Meski begitu, cara ini jarang berhasil karena pintu digital sudah semakin canggih.
"Namun, hal ini kemungkinan besar hanya akan berpengaruh terhadap pintu digital yang kualitasnya rendah," papar Ricky.
Andrew menambahkan, hal terpenting dalam menggunakan smart door lock adalah dengan tidak mengatur PIN yang mudah diakses. Bisa saja maling membuka pintu rumah karena PIN yang dimasukkan terlalu gampang.
"Jika smart door lock berhasil dibobol, mungkin karena pemilik rumah tersebut menggunakan kata sandi umum seperti '1234' atau tanggal lahirnya sebagai kode PIN, tentu itu sangat mudah ditebak," imbuh Wee.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)










































