Smart door lock atau pintu digital merupakan salah satu teknologi yang banyak diterapkan di rumah modern saat ini. Pintu ini diklaim lebih aman terhadap maling karena menerapkan sistem canggih agar bisa masuk ke dalam hunian.
Agar bisa masuk ke dalam rumah, penghuni harus memasukkan pin, meletakkan sidik jari, atau menempelkan kartu RFID. Tanpa semua itu, maka pintu rumah tidak akan terbuka dan sulit untuk dibobol.
Meski dapat menjamin keamanan rumah, tapi masih banyak penghuni yang belum tahu kalau smart door lock juga punya masa usia pakai. Jika dipakai terus-menerus, pintu digital akan mudah cepat rusak yang berisiko menyulitkan penghuni untuk masuk ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The Straits Times, umumnya smart door lock yang dijual di pasaran memiliki masa pakai sekitar 8-9 tahun. Namun, usia pemakaian pintu digital juga dapat tergantung dari kondisi cuaca.
"Cuaca panas dan lembap dapat semakin mengurangi masa pakai kunci pintu digital. Ini perbedaan yang sangat besar dibandingkan dengan pintu dengan kunci mekanis berkualitas baik yang dapat bertahan 30 hingga 40 tahun," kata DeanJean Phng, manajer di perusahaan Vincent Locksmith, dikutip Kamis (2/4/2026).
Sementara itu, pendiri Nexus Locksmiths Andrew Wee mengaku pernah menangani masalah pada pintu digital yang rusak. Rata-rata smart door lock itu sudah digunakan selama 10-15 tahun yang artinya telah melewati masa usia pakai.
"Kami pernah menangani beberapa kunci digital yang telah digunakan selama 10 hingga 15 tahun. Ini agak mirip dengan mengendarai mobil berusia 20 atau 30 tahun, sehingga risiko kegagalannya cukup tinggi, terutama karena sudah melewati masa pakai," ungkap Wee.
Tidak hanya kerusakan pada smart door lock, Wee juga mengingatkan soal kusen pintu yang bisa rusak seiring waktu. Selain pintu rumah tidak bisa tertutup rapat, masalah ini dapat menyebabkan kerusakan perangkat smart door lock.
"Hal ini dapat menyebabkan buat pengunci digital macet di kusen pintu, atau menyebabkan kerusakan mekanis atau perangkat lunak, terutama untuk kunci lama yang sudah melewati masa garansinya," paparnya.
Pemakaian smart door lock yang terlalu lama biasanya menimbulkan kerusakan pada motherboard atau kabelnya. Rusaknya komponen itu membuat pintu tidak bisa membaca sidik jari atau kartu RFID, sehingga penghuni kesulitan untuk masuk ke dalam rumah.
Apabila ingin beralih dari kunci pintu konvensional ke smart door lock, pastikan mencari ukuran kunci yang ukurannya sama atau sedikit lebih besar. Sebab, beberapa pintu digital memiliki ukuran yang berbeda-beda dari tiap merek.
"Kunci digital sering kali memiliki ukuran khusus dan ukurannya tidak distandarisasi dibandingkan dengan sebagian besar kunci mekanis," ungkap DeanJean.
"Dari pengamatan kami, hal ini biasanya diabaikan oleh pelanggan yang mencari smart door lock. Padahal, mereka harus memeprtimbangkan ukuran kunci rumah digital," jelasnya.
Jika ternyata ukurannya berbeda jauh, maka pintu harus dibongkar atau malah mengganti seluruh pintu dengan yang baru. Faktor ini membuat biaya pemasangan smart door lock jadi membengkak.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/ilf)











































