Karpet merupakan barang penting yang ada di Masjid. Fungsinya sebagai alas salat agar terhindar dari najis sehingga ibadah lancar dan tetap suci hingga akhir.
Karpet dan sajadah sebenarnya sebutan yang sama untuk alas salat. Namun, menurut KBBI, sajadah merupakan sebutan untuk alas yang lebih kecil dan umumnya dipakai satu orang. Sementara itu, karpet adalah alas besar yang bisa menyesuaikan luas ruangan.
detikers tahu nggak seberapa luas karpet Masjid yang ada saat ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan Guinness World Records, karpet tenun tangan terbesar saat ini masih dipegang oleh karpet yang dipasang di Masjid Abu Dhabi atau Masjid Agung Sheikh Zayed, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Luasnya 5.630 meter persegi. Ukuran awalnya bahkan 6.000 meter persegi, tetapi sebagian harus dipotong agar sesuai dengan lantai masjid. Rekor ini sudah mereka kantongi sejak 2007 hingga saat ini.
Jika dibandingkan dengan lapangan padel, luas karpet tersebut setara dengan 28 kali lipat lebih besar. Lapangan padel sendiri luasnya sekitar 200 meter persegi.
Lokasi pemasangan karpet indah ini ada di aula salat utama. Karpet tersebut dibuat dalam 9 bagian dan dijahit untuk disatukan di lokasi. Karpet bermotif medali Islami yang rumit ini dirajut dengan tangan oleh sekitar 1.200 perajin.
Uniknya, pada permukaan karpet terdapat tonjolan yang menunjukkan garis salat, tempat para jamaah harus berdiri untuk salat. Garis-garis penunjuk tersebut tidak mengganggu desain indah karpet karena dibuat layaknya ada garis menonjol dari bawah. Total ada 32 garis menonjol pada karpet tersebut yang menandakan saf salat.
Gambar yang ditampilkan dalam karpet tersebut adalah motif Islami dan bunga. Sebagian besar gambar medali atau berbentuk bulatan yang dalam dan pinggirannya didesain indah seperti bunga yang sedang mekar. Lokasi bulatan ini disesuaikan dengan letak lampu gantung Masjid sehingga seakan-akan medali tersebut merupakan refleksi dari lampu. Karpet ini merupakan barang impor dari Iran, yakni The Iran Carpet Company.
Desain karpet ini dominan warna hijau, emas, merah, dan putih dengan gambar yang rumit dan menyebar dari ujung ke ujung.
Waktu pengerjaan sekitar 2 tahun, termasuk 8 bulan untuk mendesain dan 12 bulan untuk merajut. Sisa waktu dihabiskan untuk menyatukan potongan-potongan karpet tersebut. Lalu, berat karpet ini sekitar 35 ton. Terbuat dari wol Selandia Baru 70 persen dan katun 30 persen.
(aqi/das)










































