Tren desain interior seringkali berputar dan kembali menghadirkan gaya lama dengan sentuhan baru. Hal ini juga terlihat pada desain kamar tidur yang kini kembali mengadopsi berbagai elemen klasik era zaman dulu alias jadul.
Warna, motif, hingga detail dekorasi yang sempat populer pada era 1970-an hingga 1990-an kembali diminati para desainer interior. Elemen-elemen itu tidak hanya menciptakan nuansa nostalgia, tapi juga membuat ruang kamar menjadi lebih hangat dan nyaman.
Tren kamar tidur cenderung bersifat berputar dan sering muncul lagi setelah beberapa dekade. Desainer Interior, Mugdha Girish Uma menjelaskan bahwa desain dan mode biasanya bergerak dalam siklus waktu tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, desain dan mode memiliki siklus 20-25 tahun, di mana kita kembali ke masa lalu dan membawa kembali beberapa elemen," kata Uma, dikutip dari The Spruce.
6 Interior Jadul di Kamar Tidur yang Kembali Tren
Dilansir dari The Spuce, berikut ini 6 interior kamar tidur yang dianggap jadul tapi kini justru kembali digemari dan menjadi tren.
1. Seprai Bermotif
Desain seprei dengan motif atau pola kembali menjadi tren. Pola-pola yang dulu populer pada era 1970 kini kembali hadir dengan kombinasi warna yang lebih modern.
"Kita melihat gaya tahun 70-an kembali populer dalam desain interior, dan kita cenderung menyukai pola yang berani dan warna-warna tanah yang hangat," kata Uma.
Motif yang banyak digunakan antara lain garis-garis tipis dan motif bunga yang dipadukan dengan warna netral. Selain itu, bentuk sandaran kepala tempat tidur juga mulai berubah, dari yang sebelumnya persegi panjang menjadi model melengkung.
2. Dekorasi Bergaya Grandmacore
Gaya grandmacore kembali populer di kamar tidur. Gaya ini mengusung suasana tradisional yang mengingatkan pada interior rumah klasik. Menurut desainer Jacqueline Goncalves, elemen yang dulu dianggap terlalu tradisional kini kembali diminati.
"Kita melihat kembalinya elemen-elemen yang dulunya terasa terlalu tradisional atau bahkan 'seperti nenek-nenek' dengan motif bunga, tempat tidur berlapis, karpet dari dinding ke dinding, dan wallpaper yang ramai," katanya.
Dekorasi seperti vas bunga, rak buku vintage, dan tirai bermotif banyak digunakan kembali. Bahkan, nakas dengan laci dari bahan kayu organik juga kembali digunakan karena dianggap lebih fungsional dan mampu menyediakan ruang penyimpanan tambahan.
3. Estetika Kenyamanan Diutamakan
Dalam beberapa tahun terakhir, desain minimalis mendominasi interior kamar tidur. Namun kini banyak orang mulai beralih ke ruang yang terasa lebih hangat dan nyaman.
Elemen seperti pelapis furnitur, tekstil berlapis, dan karpet digunakan untuk menghadirkan suasana hangat sekaligus membantu meredam suara di dalam ruangan.
4. Seprai Berumbai
Rok ranjang atau penutup bagian bawah tempat tidur juga kembali menjadi tren. Elemen ini dulu banyak digunakan untuk menutupi bagian bawah tempat tidur sekaligus membuat tampilan kamar lebih rapi.
Uma menjelaskan bahwa rok ranjang kini kembali populer dan bisa dipasang pada berbagai jenis kasur. Selain memberi tampilan lebih estetik, elemen ini juga membantu menyembunyikan barang-barang yang disimpan di bawah tempat tidur.
5. Wallpaper
Wallpaper di kamar tidur. Foto: Thinkstock |
Wallpaper sempat dianggap terlalu ramai dan ketinggalan zaman. Namun kini elemen ini kembali digemari sebagai cara menambahkan karakter pada kamar tidur. Desainer Lindsay Thornton mengatakan banyak pemilik rumah mulai menginginkan lebih dari sekadar dinding putih polos.
"Wallpaper adalah solusi yang tepat karena dapat memberikan daya tarik visual, namun jika dipilih dengan benar tidak harus membuat ruangan terasa sesak," katanya.
6. Bantal Hias Berumbai
Bantal hias dengan rumbai atau pinggiran berenda juga kembali hadir sebagai elemen dekoratif di kamar tidur. Detail kecil ini mengingatkan pada gaya dekorasi era 1970.
Selain mempercantik tampilan tempat tidur, bantal hias juga dapat memberikan kesan hangat dan nyaman pada ruangan tanpa perlu melakukan renovasi besar.
Tren ini menunjukkan bahwa desain interior tidak selalu harus baru sepenuhnya. Banyak elemen lama yang kembali hadir dengan modern sehingga tetap relevan untuk interior kamar tidur masa kini.
(abr/abr)












































