Jakarta - Museum Sumpah Pemuda di Jakarta menyajikan koleksi artefak, foto, dan instalasi interaktif yang merekam perjalanan sejarah pergerakan pemuda.
Foto Properti
Begini Wujud Bekas Kos-kosan Tempat Ikrar Sumpah Pemuda
Ikrar sumpah pemuda itu dilakukan pada 28 Oktober 1928 di kos-kosan yang dulunya dinamakan Gedung Kramat 106 atau Indonesische Clubgebouw yang ada di Kramat Straat atau Jalan Kramat Raya No. 106, Kwitang, Jakarta Pusat.
Bangunan ini dulunya dipakai oleh orang Belanda semasa penjajahan sebelum akhirnya dibeli oleh keluarga Sie Kong Lian yang merupakan pengusaha kapas. Pembelian rumah diperkirakan terjadi pada 1920-an dan langsung digunakan sebagai kos-kosan untuk para mahasiswa karena dekat dengan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau sekolah kedokteran dan Rechtschoogeschool atau sekolah hukum.
Memasuki ruang pameran utama, pengunjung dapat melihat infografis linimasa yang merangkum perjalanan pergerakan pemuda, dimulai dari berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908.
Koleksi lainnya dipamerkan dalam etalase kaca, mulai dari replika panji-panji hingga lambang organisasi kepemudaan, seperti Jong Bataks Bond dan Jong Islamieten Bond. Museum ini juga menampilkan potret sejumlah tokoh sejarah yang disandingkan dengan replika biola ikonik.
Linimasa tersebut juga menampilkan perkembangan organisasi kepemudaan, termasuk Tri Koro Dharmo yang berdiri pada 1915 dan Jong Soematranen Bond pada 1917.
Selain koleksi fisik dan dokumentasi visual, museum menghadirkan fasilitas digital interaktif untuk membantu pengunjung mengenal sejarah dengan cara berbeda. Salah satunya berupa stasiun audio dengan penyuara telinga yang memungkinkan pengunjung mendengarkan arsip rekaman lagu Indonesia Raya.
Terdapat pula instalasi proyektor edukatif yang menyimulasikan pengalaman menjadi konduktor musik. Melalui layar dan panduan alunan nada lagu kebangsaan, pengunjung dapat mencoba pengalaman interaktif yang berkaitan dengan sejarah musik dalam pergerakan nasional.
Beragam koleksi tersebut menjadi sarana untuk mengenal kembali perjalanan pergerakan pemuda dan semangat persatuan yang melatarbelakangi lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
