Jakarta - Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut lahan di Tanah Abang saat menanggapi Ketua GRIB Jaya Hercules yang marah-marah kepadanya. Begini potret lahan tersebut.
Foto
Penampakan Lahan yang Bikin Hercules Murka ke Maruarar Sirait
Hercules baru-baru ini menyenggol Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat datang ke Kementerian ATR/BPN. Pada saat itu, Maruarar Sirait tidak ada di lokasi. Hercules marah karena merasa dirugikan atas permasalahan lahan yang diduga disebabkan oleh Maruarar Sirait. Ia menyebut sudah membebaskan lahan tersebut puluhan miliar. Namun, Hercules tidak menyebut lokasi lahan tersebut sama sekali. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Dalam tanggapannya, menteri yang akrab disapa Ara menyebut lahan di Tanah Abang. Dia mengatakan lahan di Tanah Abang merupakan milik negara. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh PT KAI selaku pemegang HPL-nya, BUMN, dan Kementerian ATR/BPN. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Ara mengetahui lahan di Tanah Abang atas rekomendasi dari PT KAI. Pada saat itu, Ara sedang mencari lahan kosong untuk dibangun rumah susun (rusun) bagi warga bantaran rel. Lalu, ia bertemu dengan Hercules dan kelompoknya yang mengklaim lahan tersebut dimiliki oleh ahli waris dari alm. Iljas Gelar Radjo yaitu Sulaeman Efendi, bukan milik PT KAI. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Pada saat itu, mereka terlibat adu cekcok karena Ara mengetahui lahan tersebut adalah tanah negara, sementara Hercules tegas bahwa lahan tersebut milik ahli waris. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Foto-foto ini diambil pada Rabu (8/4/2026). Lahan yang menjadi sumber perdebatan Maruarar Sirait dan Hercules pada saat itu, nampak digunakan sebagai gudang logistik. Lokasinya juga tidak jauh dari rel kereta api. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Saat ini rusun tersebut belum dibangun karena pihak Hercules menggugat beberapa pihak, terdiri dari kementerian dan badan atas kasus lahan tersebut. Kementerian PKP juga mencari cara untuk membebaskan lahan tersebut. PT KAI juga memasang plang kepemilikan di sana. Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
