Jakarta - Permukiman padat berdiri beberapa meter di bawah Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur. Kawasan ini menjadi potret keterbatasan hunian layak di tengah kota.
Foto Properti
Potret Permukiman di Bawah Aspal Kota Jakarta
Permukiman padat penduduk berada beberapa meter di bawah permukaan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Klender, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026).
Permukiman tersebut tersembunyi di balik hiruk-pikuk lalu lintas jalan utama yang setiap hari dilintasi kendaraan.
Gang sempit selebar sekitar tiga meter menjadi satu-satunya akses keluar-masuk warga.
Posisi permukiman yang lebih rendah dari badan jalan membuat kawasan ini kerap luput dari perhatian.
Keberadaan permukiman βdi bawah aspalβ ini mencerminkan persoalan tata ruang Jakarta.
Kawasan tersebut kerap disebut sebagai potret kegagalan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Minimnya fasilitas dan tingginya risiko lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Di sejumlah sudut, cahaya matahari nyaris tak pernah menjangkau permukiman.
Bangunan rumah yang berdempetan menciptakan kondisi lembap dan gelap sepanjang hari.
Meski demikian, aktivitas warga tetap berjalan dengan anak-anak dan ibu-ibu memanfaatkan gang sempit sebagai ruang interaksi.











































