Jakarta - Perumahan mewah Burj Al Babas di Turki, sempat digadang-gadang akan jadi perumahan elite. Sayang, proyeknya mangkrak dan kini dibiarkan terbengkalai.
Jejak Hidup di Kota Mati
Potret Kompleks Mewah Burj Al Babas, Mirip Dongeng Tapi Terbengkalai
Burj Al Babas dibangunΒ dengan tujuan untuk menjadi perumahan paling mewah dan elite di Eropa. Tak heran kalau banyak orang dari mancanegara yang tertarik membeli rumah di Burj Al Babas, terutama dari kawasan Timur Tengah. Foto: Getty Images
Desain rumahnya terbilang unik karena mengusung konsep bak istana di cerita dongeng. Atap rumahnya mengusung gaya Gotik agar terlihat megah. Lalu, salah satu sudut rumah punya desain seperti menara istana, lengkap dengan jendela besar dan atap berbentuk kerucut. Foto: Getty Images/Chris McGrath
Pengembang perumahan Burj Al Babas, Sarot Properties GroupΒ memilih lokasi di kota MudurnuΒ karena berada di lembah dan dekat dengan hutan pinus, sehingga menawarkan pemandangan yang memukau. Jadi daya tarik tersendiri, pihak pengembang langsung membangun lebih dari 700 unit rumah mewah di Burj Al Babas.Β Foto: iStock
Mulai dibangun padaΒ 2014, Burj Al Babas diprediksi selasai hanya dalam waktu empat tahun. Sayangnya, pada 2018 proyek rumah megah tersebut terhenti. Sarot Group dinyatakan bangkrut karena terlilit utang hingga mencapai US$ 27 juta. Foto: Getty Images/Chris McGrath
Meski dilanda keuangan, Sarot Group masih optimis dapat menyelesaikan proyek Burj Al Babas di 2019. Sayangnya, rencana tersebut tak pernah terwujud. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada 2020 membuat pembangunan rumah gagal dilanjutkan kembali. Foto: Getty Images
Burj Al Babas kini terbengkalai dan menjadi kota mati di tengah lembah. Total ada 587 unit rumah mewah yangΒ telah dibangun, sedangkan sisanya tinggal kenangan. Foto: Getty Images/Chris McGrath











































