Jakarta - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh memiliki keunikan arsitektur yang memadukan tradisi, budaya, hingga arsitektur islam. Begini potretnya.
Arsitektur Bandara King Khalid bak Oase di Tengah Gurun
Bandara yang diresmikan pada 1983 ini dirancang oleh firma arsitektur HOK. Bandara ini dirancang bagaikan oasis ketika penumpang baru mendarat di wilayah yang dikelilingi oleh gurun pasir. Foto: Getty Images/Mohamed Barakat
Arsitek merancang bangunan agar pengalaman pertama penumpang saat tiba di bandara tersebut adalah disambut dengan suasana oase yang luas dan bersih, dihiasi pepohonan serta pohon palem di berbagai sudut. Foto: Getty Images/Ayman Zaid
Pohon palem yang menjadi ciri utama warisan budaya kontekstual Arab Saudi diwujudkan secara abstrak melalui kolom-kolom struktural. Sementara itu, secara visual, ada pada pengaturan atap yang memiliki ketinggian beragam. Foto: Getty Images/Sergey Strelkov
Lengkungan berbentuk segitiga dan bola yang membentuk atap terminal dihubungkan dengan struktur rangka batang. Menurut salah satu arsitek firma HOK, Obata, mengangkat lengkungan-lengkungan tersebut memungkinkan cahaya alami yang masuk. Sementara itu, pola segitiga juga tampak diterapkan pada bukaan yang menciptakan permainan bayangan di atas lantai. Foto: Getty Images/Sergey Strelkov
Perpaduan antara gagasan Islam, tradisional, futuristik, dan identitas budaya ini juga tercermin pada air mancur di tengah dengan bentuk geometris berupa segitigas yang membentuk pola heksagon. Tak hanya itu, pola segitiga juga diterapkan pada potongan ubin lantai dengan nuansa warna krem yang terinspirasi oleh bukit-bukit gurun pasir. Foto: Getty Images/Sergey Strelkov
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
