Jakarta - Sebuah masjid dibangun menggunakan bahan baku lumpur. Setiap tahunnya, masjid ini diplester dengan lumpur agar tetap terawat. Begini wujudnya.
Langkah Emas Raih Kemenangan
Wujud Masjid yang Dibangun dari Lumpur di Mali, Menakjubkan!
Dilansir dari Forbes Africa, The Great Mosque of DjennΓ© menerapkan arsitektur Sudano-Sahelian ini dibangun oleh Raja Mali ke-26, Koi Konboro pada abad ke-13. Foto: Getty Images/oversnap
Sayangnya, masjid legendaris ini rusak seiring berjalannya waktu karena perpindahan kekuasaan. Pada abad ke-20, Mali ditaklukan oleh Prancis dan pada 1907 pemerintah kolonial Prancis merekonstruksi bangunan masjid aslinya. Foto: AP/Moustapha Diallo
Dalam catatan detikcom, masjid ini memiliki panjang 91 meter dan tinggi hampir 20 meter. Bangunan ini menjadi bangunan berbahan baku lumpur terbesar di dunia. Foto: (iStock)
Dilansir dari Google Arts & Culture, pada bagian depan terdapat bangunan berbentuk kotak yang merupakan sebuah makam yang berisi jenazah Imam Almany Ismaila, tokoh penting di DjennΓ© abad ke-18. Foto: (iStock)
Karena bangunan masjid dibangun pakai lumpur, bagian eksteriornya rentan terkikis oleh unsur-unsur alam. Untuk menjaganya agar tetap awet dan terawat, setiap tahunnya masjid itu diplester ulang menggunakan lumpur dan menjadi bagian dari festival Crepissage de la Grand MosquΓ©e. Foto: (BBC)
Pada saat festival ini dilakukan, seluruh komunitas di Djenne berkumpul dan berpartisipasi tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Foto: (iStock)
