Prancis - UNESCO menetapkan teknik restorasi atap seng Paris menjadi Warisan Budaya Takbenda. Hal ini untuk melestarikan atap seng yang telah menjadi ciri khas Paris.
Foto Properti
UNESCO Tetapkan Teknik Restorasi Atap Seng Paris Jadi Warisan Budaya

Dari sebelum matahari terbit hingga setelah matahari terbenam, di musim dingin yang licin dan musim panas yang terik, para tukang restorasi atap di Paris bekerja keras, mengganti lembaran seng yang membantu mendefinisikan cakrawala kota yang terkenal itu. Β
Keterampilan mereka yang kurang dikenal kini menjadi sorotan khusus: UNESCO memasukkan teknik restorasi atap seng ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda. Β
Dilansir dari UNESCO, restorasi atap melibatkan pemindahan potongan seng lama, pengukuran dan pemotongan potongan baru menggunakan mesin lipat Paris, serta perakitan dan pemasangan potongan tersebut ke atap.Β Β
Dengan hampir 80 persen atap di Paris dilapisi seng, kota ini merupakan arsip hidup dari keterampilan yang membentuk identitas unik lanskap perkotaannya. Β
Tukang atap berharap pengakuan UNESCO akan menginspirasi orang lain untuk bergabung dengan mereka dan meningkatkan kondisi kerja mereka. Β
Profesi ini kekurangan pekerja dengan keterampilan khusus untuk melestarikan atap seng yang telah menjadi ciri khas Paris sejak era Haussmann abad ke-19.Β Β
Atap seng terlihat dari sebagian besar bangunan di Paris, mulai dari gedung apartemen berbalkon di sepanjang jalan yang dipenuhi pepohonan hingga gereja-gereja bersejarah yang tersebar di ibu kota Prancis. Β
Dengan menggunakan teknik pengelasan dari tahun 1800-an, mereka mengukur setiap lembar seng baru sehingga pas dengan bentuk atap.Β Β
Kemudian mereka memasang atap yang sering licin untuk memasang lembaran tersebut di rumah baru mereka. Β