Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilu senat menjadikannya senator Muslim pertama di Amerika Serikat. Berkat julukannya itu, sosoknya kini tengah menjadi sorotan, termasuk soal kekayaan dan rumah tempat tinggalnya.
Dilansir dari The Hindu, Abdul El-Sayed bersama istrinya Sarah Jukaku dan kedua putrinya tinggal di kota Ann Arbor, Michigan. Fakta uniknya, rumah tersebut bukan satu-satunya properti yang ia miliki. Abdul adalah juragan kontrakan.
Ia dan istrinya memiliki beberapa properti sewa. Berdasarkan laporan media Bridge Michigan pada 2018, Abdul memiliki rumah sewa di Ann Arbor yang memberikan keuntungan sekitar US$ 13.740 atau sekarang setara Rp 249 juta (kurs Rp 18.31). Ia telah menyewakan rumah tersebut sejak 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istrinya, Sarah memiliki sebuah apartemen di Bangalore, India yang juga disewakan. Penghasilan dari sewa properti ini pada 2017 adalah US$ 5.634 atau Rp 102 juta.
Tidak hanya itu, El Sayed dan istrinya melaporkan memiliki properti sewa di Dubai senilai hingga US$ 250.000 atau Rp 4,5 miliar.
Berdasarkan laporan Fox News per September 2026, Abdul El-Sayed diperkirakan memiliki kekayaan bersih periode 2025-2026 sekitar US$ 870.000 hingga US$ 2,1 juta atau Rp 15-92 miliar.
Padahal jika melihat latar belakang Abdul, ia merupakan lulusan bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat. Namun, ia cukup serius terjun di sektor properti dan sukses di politik.
Janji soal Kebijakan Sewa Rumah Saat Kampanye
Sebagai sosok yang memang berpengalaman di sektor rumah sewa, Abdul telah menjanjikan beberapa kebijakan properti ketika pemilu.
Pertama, ia ingin menindak perusahaan-perusahaan besar yang memonopoli pasar. Ia merasa perusahaan besar membuat harga rumah dan biaya sewa jadi tidak masuk akal dan sulit dijangkau oleh masyarakat.
"Dan untuk mewujudkannya, kita perlu berinvestasi besar-besaran dalam pembangunan perumahan baru di berbagai komunitas di seluruh negeri, dan untuk menyederhanakan peraturan lokal yang selama ini menghalangi pembangunan di Amerika," katanya dilihat detikcon dalam situs Abdul for Senate.
Kedua, Abdul juga akan menindak tegas perusahaan-perusahaan penyewaan rumah atau penginapan berbasis online, seperti AirBnB dan VRBO untuk membayar biaya penggusuran perumahan. Ia menemukan beberapa rumah yang perusahaan tersebut tawarkan di situs mereka merupakan stok perumahan khusus untuk warga lokal, bukan menjadi properti komersial.
Ketiga, ia ingin mengawasi kenaikan harga sewa di AS dengan lebih cermat dan tidak memberatkan penyewa dan pencari rumah. Selain itu, ia mendukung adanya undang-undang khusus yang mengatur soal kenaikan harga sewa tersebut.
"Saya akan mendukung undang-undang federal untuk melarang perangkat lunak menetapkan harga sewa berdasarkan algoritma yang memungkinkan pemilik rumah atau korporasi tiba-tiba menaikkan harga sewa," sebutnya.
