Rumah Tasya Farasya Retak di Mana-mana, Kontraktor Ungkap Penyebabnya

Rumah Tasya Farasya Retak di Mana-mana, Kontraktor Ungkap Penyebabnya

ilham fikriansyah - detikProperti
Senin, 26 Okt 2026 11:35 WIB
Rumah Tasya Farasya yang retak dan sedang diperbaiki
Rumah milik Tasya Farasya yang rusak. Foto: Tangkapan layar Instagram @tasyafarasya
Jakarta -

Beauty creator sekaligus pebisnis Tasya Farasya sedang dilanda masalah lantaran rumahnya rusak sampai muncul retak-retak. Retakan itu muncul akibat beberapa faktor, termasuk ketidaksesuaian struktur bangunan.

Direktur Utama dan Pemilik PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS), Wiryawan Chandra, selaku kontraktor yang ditunjuk untuk memperbaiki rumah Tasya mengungkapkan timnya sedang melakukan proses investigasi struktural pada kondisi bangunan. Ia mengumpulkan data lapangan dan laporan teknis untuk menentukan langkah perbaikan.

"Tim engineering kami sedang melakukan pengumpulan data lapangan, yang selanjutnya akan dilengkapi dengan kajian teknis. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi kondisi struktur bangunan serta perencanaan langkah perbaikan yang paling tepat untuk rumah Tasya," kata Wiryawan kepada detikProperti, Senin (26/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui Instagram @tasyafarasya, ia membandingkan gambar akhir kondisi konstruksi saat selesai dibangun dari kontraktor yang dulu membangun rumah dengan hasil audit yang dilakukan timnya. Ia pun menemukan struktur yang terpasang tidak sesuai dengan gambar yang dilaporkan oleh kontraktor lama.

"Posisi yang kita cek di sini kenyataannya kan ini jaraknya 13 cm (130 mm) harusnya kan di sini jaraknya 100 (mm). Terus ini diameter 16 tapi yang terpasang 15,36," ujar Wiryawan kepada Tasya yang dikutip dari Instagram @tasyafarasya.

ADVERTISEMENT

detikProperti sudah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan tersebut.

Kesalahan konstruksi lainnya juga ditemukan di rumah Tasya, seperti besi sengkang yang seharusnya berdiameter 10 mm tapi yang terpasang justru berdiameter 7,39 mm. Begitu pun dengan tulangan utama pada bangunan yang seharusnya D16 (16 mm) tapi yang terpasang berdiameter 15,36 mm. Kondisi ini tidak sesuai dengan as-built drawing atau gambar teknis proyek konstruksi yang dibuat kontraktor sebelumnya.

Selain itu, ditemukan kayu bekisting yang terdapat di beberapa titik. Sebagai informasi, kayu bekisting berfungsi sebagai cetakan sementara untuk menampung, membentuk, dan menahan adukan beton cair saat proses pengecoran. Ketika beton sudah mengeras maka kayu harus dilepas.

"Ada kayu bekisting yang nggak dibongkar dan ketemunya nggak di satu titik, tapi ada di beberapa titik. Dibongkar ya dan ketemu di situ," jelas Wiryawan.

Kesalahan lain yang ditemukan adalah mutu beton di rumah Tasya yang tidak sesuai. Berdasarkan data as-built drawing NDT (non-destructive test) yang dilakukan, mutu beton yang tertulis harusnya berada di K-300 tapi ternyata ada beberapa mutu beton yang di angka 250-an.

"Berdasarkan data as-built drawing kita lakukan NDT (non-destructive test) which is kita lakukan MR test. Jadi ada yang masih masuk itu kita masuk di biru mutu yang ditulis di situ adalah K-300, ini beberapa ada yang masuk ada yang nggak masuk, yang ini sampai (K)250 makanya kita kuningin," papar pihak kontraktor itu.

Wiryawan berharap proses renovasi rumah milik Tasya Farasya bisa berjalan lancar meski cukup banyak ditemui sejumlah kesalahan kosntruksi yang menimbulkan kerusakan.

"Kami berkomitmen mengupayakan solusi terbaik agar rumah impian beliau dapat terwujud sesuai harapannya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan rumah Tasya Farasya tidaklah berjalan mulus karena pengerjaannya memakan waktu 6 tahun dari persiapan di 2020. Kala itu, ibu 2 anak ini membangun hunian megah bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf.

Setelah Tasya berpisah dengan suaminya pada akhir 2025, pembangunan rumah tersebut dikebut dan dalam beberapa bulan semuanya beres.

Rumah tersebut tampak mewah dengan 4 lantai di dalamnya. Setiap lantai memiliki interior berbeda, seperti modern French dan modern. Selain itu, perabotan di dalamnya juga tidak main-main harganya karena beberapa juga dibeli custom.

Rumah Tasya Farasya yang retak dan sedang diperbaikiRumah Tasya Farasya yang retak dan sedang diperbaiki Foto: Tangkapan layar Instagram @tasyafarasya

Nahas, rumah yang belum dihuni setahun itu sudah mengalami kerusakan di mana-mana, terutama muncul retakan di sejumlah titik. Kuat dugaan ada kesalahan dalam proses pengerjaan yang tidak sesuai gambar dari arsitek.

Kini, Tasya Farasya harus mendengar suara palu bertemu dinding yang kencang selama tim kontraktor memeriksa struktur bangunan. Renovasi ini kemungkinan bukan terakhir kalinya karena ia mendapat laporan jika retakan berikutnya bisa muncul lagi, tapi di lokasi berbeda sehingga perlu pengawasan.

"Dan yang serunya lagi adalah setelah retak, kalau misalnya nanti udah dibetulin, bisa jadi retaknya tumbuh di tempat lain. Wah, I can't wait! Setelah pembangunan 6 tahun ternyata retak itu akan ada lagi. Jadi memang aku itu harus membangun terus. Dokdokdok bersama memong (salah satu panggilan akrab Tasya Farasya)," tuturnya.



(ilf/ilf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads