Di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, ada banyak bangunan bersejarah. Karena umumnya bangunan bersejarah berusia puluhan bahkan ratusan tahun, tentu perlu pemugaran untuk bisa dimanfaatkan lagi. Di sinilah peran arsitek menjadi sangat penting.
Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum sekaligus Ketua Badan Pengawas Dewan Arsitek Indonesia Diana Kusumastuti, gagasan kreatif dari arsitek sangat penting dalam pemugaran dan penggunaan kembali bangunan bersejarah dan cagar budaya. Sebab, dalam melakukan restorasi, terdapat kaidah yang harus diikuti agar bangunan tidak banyak berubah.
Diana mencontohkan M Bloc yang merupakan hasil revitalisasi bangunan lama. Dulunya, M Bloc merupakan bagian dari kompleks milik Perum Peruri yang terbengkalai. Kini disulap jadi tempat nongkrong generasi muda Jakarta maupun luar Jakarta.
"Nah, ini tetap dimanfaatkan ya, tetap dimanfaatkan. Dan bukan hanya untuk Kementerian/Lembaga saja, tapi untuk masyarakat, public yang bisa masuk sini. Itu yang saya sangat senang sekali," katanya dalam pembukaan JAF dan MBDW 2026, di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Baca juga: Arsitek-Desainer Kumpul di M Bloc, Ada Apa? |
Pemerintah DKI Jakarta berencana untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua dan Blok M tahun depan seiring dengan ulang tahun Kota Jakarta ke-500. Diana menilai, dalam merevitalisasi kawasan juga perlu menjaga daya tariknya. Jangan sampai kawasannya diperbaiki tetapi daya tariknya justru menghilang.
"Artinya disini perlu kita tonjolkan, ada hal-hal yang menjadi point of interest dari kota-kota ini yang menjadi daya tarik, didesain dengan baik dan bisa menjadi tempat berkumpulnya publik. Tetapi tetap harus memperhatikan kaidah-kaidahnya ya," ujar Diana.
Bangunan Ramah Lingkungan
Di sisi lain, saat ini arsitek juga memiliki tantangan untuk membuat bangunan yang ramah lingkungan, efisien, sekaligus mencerminkan budaya bangsa. Terlebih lagi, Indonesia memiliki iklim tropis dan saat ini kondisi cuaca sedang panas-panasnya.
Untuk itu, arsitek tidak bisa berjalan sendirian sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.
"Karena sekarang dengan kondisi iklim yang tadi disinggung, ya panas semakin nambah tapi kita tidak merasakan. Nah ini yang harus kita evaluasi bagaimana menciptakan rumah yang nyaman berkelanjutan dan tentunya bermanfaat untuk kita semua," ujar Diana.
Simak Video "Video: Guru Ungkap SDN Leuwibatu 03 Alami Kerusakan Sejak 2005"
(abr/ilf)