Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshal, kembali bersinggungan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara). Hercules protes perihal lahan yang diklaim miliknya jadi bermasalah padahal sudah menghabiskan uang miliaran untuk pembebasan.
"Kamu tau nggak Ara Sirait, tanah itu bukan kosong begitu. Tanah itu aku bebasin pake uang. Aku pake uang. Aku kosongkan pake uang. Uang puluh-puluhan miliar. Asal kamu tau. Kamu jangan nanti kasih pemerintah jadi menteri, terus kamu mau pemerintah merugikan rakyat. Merugikan saya lagi Ara," kata Hercules ketika menyambangi kantor Kementerian ATR/BPN beberapa waktu lalu, dikutip dari Instagram GRIB Jaya, Rabu (21/10/2026).
Dalam video tersebut Hercules tidak menyebut lokasi lahan yang dimaksud. Ia hanya menyampaikan keluhannya dan mengaku merasa dirugikan.
Tanggapan Maruarar Sirait
Dalam tanggapannya, menteri yang kerap disapa Ara ini menyebut lahan di Tanah Abang. Lahan tersebut merupakan lahan PT KAI dan memang sempat menjadi perdebatan antara Ara dan pihak Hercules. Pasalnya, pihak Hercules mengklaim bahwa tanah tersebut dimiliki oleh orang lain, yakni seorang ahli waris dari alm. Iljas Gelar Radjo yaitu Sulaeman Efendi. Ara menegaskan lahan tersebut sudah terbukti aset negara oleh PT KAI, BUMN, dan Kementerian ATR/BPN.
"Saya sudah cek ke BPN ke Dirjen Tejo (Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (Dirjen PSKP) ATR/BPN Iljas Tedjo Prijono), cek ke Dirut KAI (Bobby Rasyidin), ke Kepala BP BUMN negara (Dony Oskaria), menurut mereka yang di Tanah Abang jelas aset negara," tegas Ara secara tertulis kepada detikcom, Rabu (21/10/2026).
Lahan tersebut direncanakan ingin dipakai untuk pembangunan rumah susun (rusun) di Tanah Abang. Namun, saat ini belum bisa dipakai.
"Kita akan bangun rusun untuk masyarakat. Indonesia negara hukum, negara harus hadir untuk menggunakan asetnya untuk membantu rakyatnya," lanjutnya.
(aqi/aqi)